Peneliti Kembangkan Aplikasi Pendeteksi Kebohongan

Ellavie Ichlasa Amalia 20 April 2018 10:25 WIB
androidaplikasi
Peneliti Kembangkan Aplikasi Pendeteksi Kebohongan
Ilustrasi.
Jakarta: Para peneliti tengah mencari cara untuk menjadikan smartphone sebagai alat pendeteksi kebohongan. 

Para ahli komputer di University of Copenhagen sedang mengembangkan algoritma yang bisa mendeteksi kejujuran -- dan juga kebohongan -- dengan menganalisa bagaimana Anda melakukan swipe atau mengetuk smartphone Anda, lapor CNET

Ketika Anda berbohong, interaksi akan membutuhkan waktu lebih lama dan Anda akan melakukan lebih banyak gerakan tangan jika dibandingkan dengan interaksi ketika Anda jujur, menurut laporan riset yang akan dirilis pada hari ini. 


Algoritma yang dinamai Veritaps ini akan menampilkan ikon centang berwarna hijau ketika pernyataan jujur masuk ke dalam smartphone, dan akan menunjukkan ikon tanda tanya berwarna merah ketika ia mendeteksi pertanyaan mencurigakan. Aplikasi itu memberikan kesempatan pada penerima pesan untuk meminta informasi lebih lengkap pada pengirim pesan. 

Sayangnya, aplikasi percobaan ini hanya bisa digunakan di Android dan tidak tersedia untuk masyarakat umum. 

Aske Mottelson, salah satu penulis laporan ini, berkata bahwa kemampuan Veritaps untuk mendeteksi kebohongan memiliki konsep serupa dengan poligraf. Aplikasi ini memiliki keterbatasan dan sebaiknya tidak digunakan di ruang pengadilan atau situasi lain yang memerlukan tingkat akurasi tinggi, katanya. 

Para pembuat Veritaps melakukan tiga studi untuk mencari tahu bagaimana kebohongan memengaruhi interaksi pengguna dengan perangkat mobile. Mereka menemukan, pembohong biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk menjawab. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.