Huawei Patenkan Smartwatch dengan Earbud Bluetooth
Huawei mendaftarkan paten terkait dengan pod pengisian daya untuk eardbud yang kompatibel dengan smartwatch.
Jakarta: Huawei kembali mencoba peruntungan di industri smartwatch, dengan mendaftarkan paten baru. Sebelumnya, Huawei telah mendaftarkan paten untuk bezel sensitif sentuhan, gestur pada bagian belakang tangan dan smartwatch gaming.

Informasi terbaru terkait dokumen paten yang didaftarkan Huawei menyebut paten tersebut berupa pod pengisian daya untuk earbud. Earphone nirkabel dapat disimpan pada smartwatch atau pada dompet penyimpanan yang dapat dihubungkan dengan tali.

Solusi terintegrasi ini diklaim akan mempermudah dalam melakukan panggilan telepon, terkait noise cancellation dan kemampuan anti air. Huawei juga mematenkan sejumlah cara pengisian daya, yaitu dengan ditempelkan di bagian tali, dan menggunakan mekanisme penguncian pada bagian bawah perangkat.


Kehadiran earphone pendukung smartwatch bukanlah hal baru, sebab Apple telah meluncurkan aksesori serupa yaitu Apple AirPods, yang dapat digunakan dengan Apple Watch. Menurut paten Huawei, docking dapat dihubungkan ke smartwatch saat dalam perjalanan.

Namun, earphone ini juga dapat dilepaskan dari smartwatch sehingga pengguna dapat menggunakan jam tangan cerdas Huawei secara mandiri. Selain itu, masih belum tersedia informasi terkait kompatibilitas earbuds dalam paten dengan Huawei Watch 3.

Selain itu, Huawei juga diprediksi berpeluang untuk mengakumulasikan paten yang didaftarkannya tersebut guna dimanfaatkan pada pengembangan alat baru. Sebelumnya, Huawei secara resmi mengumumkan ponsel premiumnya untuk pasar Tanah Air, Huawei P20 Pro.

Huawei ini kembali menawarkan sejumlah inovasi dalam P20 Pro, dikenal sebagai seri yang selalu mendapatkan dukungan dari Leica. Untuk pasar Indonesia, Huawei hanya memasarkan versi P20 Pro, dan tidak memasarkan versi standarnya dengan dukungan kamera ganda.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.