Kominfo mengonfirmasi lembaganya memiliki akun resmi di platform TikTok.
Kominfo mengonfirmasi lembaganya memiliki akun resmi di platform TikTok.

Kini Kemenkominfo Punya Akun TikTok

Teknologi teknologi tiktok
Lufthi Anggraeni • 24 Januari 2020 10:49
Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika mengonfirmasi bahwa lembaganya memiliki akun resmi di jejaring sosial berbasis streaming langsung, TikTok.
 
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengonfirmasi bahwa akun TikTok tersebut merupakan akun terverifikasi milik lembaganya, ditujukan sebagai medium untuk menyosialisasikan beragam program yang diusungnya kepada generasi muda Indonesia.
 
Akun TikTok ini menambahkan jajaran media sosial yang dimanfaatkan Kominfo sebagai medium sosialisasi program lembaga. Kominfo juga telah memiliki akun resmi di sejumlah jejaring sosial, termasuk Twitter, Line, dan YouTube.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kehadiran akun resmi Kominfo di TikTok ini juga diakui diambil setelah memantau, mengevaluasi dan menilai bahwa TikTok telah berhasil memenuhi komitmennya untuk membersihkan platform miliknya dari konten negatif, serta akun berunsur pornografi.
 
Sebagai pengingat, Kominfo sempat memblokir platform ini pada masa kepemimpinan Rudiantara, tepatnya pada tanggal 3 Juli 2018 lalu. Kala itu, Kominfo menyebut bahwa tim pengawasnya menemukan banyak konten negatif beredar di platform karya ByteDance ini.
 
Ketidakmampuan TikTok dalam mengatasi dan menghentikan peredaran konten negatif ini menjadi salah satu alasan Kominfo memblokir akses jejaring sosial berbasis video berdurasi singkat ini di Indonesia.
 
Keputusan Kominfo kala itu kemudian mendapatkan tanggapan dari TikTok, yang mengirimkan perwakilannya untuk menemui Kominfo, guna mengungkap sejumlah komitmen yang akan dilakukannya demi memperoleh kembali akses dan mencegah pemblokiran kembali terjadi.
 
Selain membersihkan dan melakukan filterisasi konten, Tik Tok juga menyampaikan komitmennya untuk melakukan sejumlah perubahan kebijakan, termasuk meningkatkan batas usia minimal pengguna dari 12 tahun menjadi 16 tahun.
 
Sementara itu, TikTok tidak hanya dimanfaatkan lembaga pemerintah seperti Kominfo, tapi juga oleh pelaku propaganda ISIS. Pada bulan Oktober 2018, pelaku propaganda ISIS dilaporkan mengeksploitasi aplikasi jejaring sosial ini sebagai medium perekrutan anggota baru.
 
Lembaga pengawasan media sosial Storyful baru-baru ini mengidentifikasi sekitar 24 akun TikTok terkait dengan ISIS, dan semuanya telah dihapus. Akun yang mengunggah video yang ditujukan untuk merekrut anggota baru dan memperkuat dukungan untuk kelompok teroris.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif