Huawei mulai mengirimkan email undangan bergabung ke AppGallery kepada pengembang di Play Store.
Huawei mulai mengirimkan email undangan bergabung ke AppGallery kepada pengembang di Play Store.

Huawei Rayu Kreator Aplikasi ke AppGallery

Teknologi huawei
Lufthi Anggraeni • 11 Juni 2019 14:06
Jakarta: Pada akhir bulan Mei lalu, Google membatalkan lisensi Android Huawei mendorongnya untuk mengembangkan sistem operasi dan toko aplikasi alternatif karyanya. Kini, Huawei dilaporkan mengirimkan undangan kepada pengembang untuk bergabung di AppGallery.
 
Sebagai informasi, AppGallery merupakan toko aplikasi yang dikembangkan Huawei sebagai alternatif dari Google Play Store. XDA Developer melaporkan pada email undangannya, Huawei mengklaim bahwa toko aplikasi ini telah memiliki sebanyak 270 juta pengguna aktif bulanan.
 
Pengguna aktif bulanan tersebut tersebar di lebih dari 350 juta ponsel yang sebagian besar dipasarkan di luar Tiongkok. Selain itu, email ini juga menjanjikan bahwa pengembang akan mendapatkan dukungan penuh untuk membantu mereka menerbitkan aplikasi di AppGallery.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hingga saat ini belum tersedia informasi terkait dukungan yang disiapkan Huawei untuk pengembang tersebut. Email ini juga menyebutkan undangan gratis ke komunitas pengembang dengan anggota sebanyak lebih dari 560 ribu.
 
Sayangnya, tidak tersedia informasi terkait dengan keaktifan komunitas yang digadangkan Huawei tersebut. Pengiriman undangan Huawei kepada pengembang aplikasi di Google Play ini dinilai sejumlah pihak bukan sebagai hal yang mengejutkan.
 
Sebab langkah serupa juga dilakukan oleh Amazon yang meminta pengembang untuk menerbitkan aplikasi mereka di Amazon Appstore. Hanya saja, pemilihan waktu pengiriman email undangan ini dinilai menarik mengingat tekanan akibat perang dagang yang dialami Huawei.
 
Sebagai informasi, Huawei turut membanggakan prestasinya selama dua tahun terakhir, yang mampu mengapalkan lebih dari 350 juta unit ponsel dan separuh dari jumlah tersebut didistribusikan ke pasar Barat.
 
Sebelumnya, Google berusaha meyakinkan pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump bahwa keamanan nasional AS akan lebih terjamin jika mereka dibiarkan untuk menyokong Huawei.
 
Menurut narasumber Financial Times, alasan utama Google meminta pemerintah AS membiarkan mereka mendukung Huawei adalah karena jika perusahaan Tiongkok itu dilarang menggunakan Android, maka mereka akan menggunakan varian Android yang telah dimodifkasi, yang justru memiliki risiko lebih tinggi untuk diretas.
 
Meski masuk ke daftar hitam perdagangan Amerika Serikat, Huawei mengumumkan pencapaiannya dengan mengantongi 46 kontrak kerja sama komersial dari 30 negara, dan telah mendistribusikan sebanyak lebih dari 100.000 stasiun 5G secara global.
 
Pada tanggal 6 Juni lalu, Huawei mengumumkan telah mendapatkan izin penggunaan komersial dari jaringan 5G pada empat operator milik negara dari Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok, untuk mulai menghadirkan layar 5G.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif