Sebanyak 19,4 persen perusahaan di Indonesia telah mulai menggunakan layanan cloud publik.
Sebanyak 19,4 persen perusahaan di Indonesia telah mulai menggunakan layanan cloud publik.

Kaspersky: Adopsi Cloud Perusahaan Indonesia Meningkat

Teknologi kaspersky
Lufthi Anggraeni • 28 Agustus 2019 15:46
Jakarta: Cloud menjadi salah satu teknologi yang tengah naik daun, akibat gerakan transformasi digital yang digiatkan di sejumlah negara, tidak terkecuali di Indonesia. Cloud publik dinilai menjadi salah satu fasilitas pendukung utama dalam proses transformasi digital ini.
 
“Berdasarkan studi kami di Indonesia, sudah semakin banyak perusahaan yang mulai beralih ke cloud untuk mendukung bisnis mereka. Optimisme terhadap teknologi cloud ini membuktikan bahwa Indonesia siap merangkul efek positif dari digitalisasi,” ujar General Manager Kaspersky South East Asia Yeo Siang Tiong.
 
Studi Kaspersky ini dilakukan di 24 negara dengan total responden sebanyak 134 perusahaan di Indonesia, menyebut bahwa sebanyak 19,4 persen perusahaan di Indonesia telah mulai menggunakan layanan cloud publik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, studi ini juga menyebut bahwa sebanyak 31,3 persen perusahaan di Indonesia dan UKM telah bermigrasi ke cloud publik untuk menyimpan informasi sensitif pelanggan mereka. Namun, studi ini juga mengungkap bahwa sebanyak sembilan dari 10 perusahaan di dunia mengalami pelanggaran data yang mempengaruhi infrastruktur cloud publik yang digunakan.
 
Peningkatan minat perusahaan Indonesia untuk beralih ke layanan cloud publik juga dipengaruhi oleh manfaat yang dihadirkan layanan ini. Kaspersky menyebut bahwa penggunaan layanan cloud publik meningkatkan kelincahan perusahaan dalam menjalankan bisnis.
 
Hal ini sesuai dengan kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Selain itu, penggunaan cloud publik juga meningkatkan keandalan layanan perusahaan, sehingga dapat menyediakan produk dan layanan baru secara lebih cepat dan lebih efisien.
 
Namun, peningkatan jumlah perusahaan yang menggunakan layanan cloud publik turut berbanding lurus dengan peningkatan risiko keamanan. Dalam menjaga keamanan data penting yang tersimpan di cloud publik, Kaspersky menyebut penyedia layanan cloud tidak menjadi satu-satunya pihak yang bertanggung jawab.
 
Kaspersky menyebut perusahaan, staf pengguna layanan cloud publik serta seluruh pihak yang terlibat turut bertanggung jawab dalam menjaga keamanan data tersebut. Sebab hingga saat ini, faktor manusia masih menjadi celah yang dapat dimanfaatkan oleh penjahat siber untuk melancarkan serangan.
 
Keamanan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan sebab permasalahan menyoal keamanan akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan, tidak hanya soal finansial tapi juga soal reputasi dan kepercayaan.
 
Sementara itu, Kaspersky memprediksi kerugian secara keseluruhan akibat kebocoran data dapat mencapai USD2 juta (Rp28,5 miliar).
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif