Sony Berikan Data Pengguna PS4 yang Ditangkap FBI

Cahyandaru Kuncorojati 15 Februari 2018 17:16 WIB
sony
Sony Berikan Data Pengguna PS4 yang Ditangkap FBI
Layanan PlayStation Network diduga kembali digunakan oleh kelompok teror sebagai alat untuk berkomunikasi setelah media sosial mendapatkan pengawasan yang semakin ketat.
Jakarta: Untuk pertama kalinya badan intelijen FBI Amerika Serikat mengajukan izin kepada pihak Sony untuk menyerahkan akses data PS4 salah satu penggunanya setelah ditangkap FBI atas dugaan akan bergabung dengan kelompok teror ekstremis.

Kasus tersebut sebetulnya sudah terjadi di Mei 2017, namun baru hari ini hal tersebut ditanggapi Sony. Pada Mei 2017, seorang pria bernama Isse Aweis Mohamud ditangkap karena akan melakukan perjalanan ke kawasan Timur Tengah.

Laporan ini sendiri berawal dari laporan orang tua Mohamud yang curiga anaknya akan bergabung dengan kelompok ISIS setelah menghilang tanpa kabar.


Saudara kandungnya kemudian menyebutkan kepada pihak penyelidik bahwa adiknya sempat menghapus beberapa data dari akun PS4 miliknya.

Saudara Mohamud menduga layanan PS4 tersebut digunakan oleh kelompok ekstremis untuk berkomunikasi dengan Mohamud. Kabarnya FBI akan menelusuri riwayat aktivitas dan pesan yang pernah tersimpan di dalamnya.

Diketahui Mohamud memiliki akun PlayStation Network bernama DejanWoW dan ini berafiliasi dengan game multiplayer World of Warcraft, meskipun game tersebut tidak tersedia di PS4.

Kecurigaan saudara Mohamud semakin kuat, sebab beberapa bulan sebelumnya Mohamud mulai memasang kunci di salah satu ruangan rumahnya tempat bermain PS4.

Mohamud melarang siapapun memasuki ruangan tersebut, dan diceritakan beberapa kali terdengar Mohamud berkomunikasi dengan seseorang menggunakan PS4.

Penyelidikan pada perangkat PlayStation dalam kasus terorisme sebenarnya bukan yang pertama. Pada 2015 setelah serangan teror di Paris yang menewaskan 127 orang, diketahui bahwa akses tersebut direncanakan lewat pesan komunikasi yang menggunakan PS4.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.