Tanggung jawab penangan keamanan siber bukan hanya jadi prioritas departemen IT melainkan prioritas bersama pemangku kepentingan di organisasi.
Tanggung jawab penangan keamanan siber bukan hanya jadi prioritas departemen IT melainkan prioritas bersama pemangku kepentingan di organisasi.

Keamanan Siber Perlu Dibahas Bersama dalam Setiap Organisasi

Cahyandaru Kuncorojati • 29 Januari 2018 17:18
Jakarta: Melihat tahun 2017 yang dipenuhi berbagai insiden serangan siber, sudah sepantasnya keamanan siber menjadi hal utama yang perlu dibahas apalagi di semua organisasi, khususnya perusaan sangat mengandalkan teknologi dalam bisnisnya.
 
Dalam artikel yang dibuat oleh Senior Product Manager, Cloud Security APAC Akamai Technologies Aseem Ahmed disebutkan bahwa dampak serangan siber terhadap perekomian saat ini bisa sama besarnya dengan kerugian akibat bencana alam.
 
Menurut Ahme, kawasan Aisa Pasifik termasuk Indoenesia yang tengah mengadopsi keuntungan dari layanan cloud juga perlu memperhatikan keamanan siber layanan tersebut dari serangan siber yang bisa saja dilancarkan.

Tercatat Indonesia telah menerima 36,3 juta serangan siber ke kementerian dan lembaga negara sejak tahun 2013 sampai 2015.
 
"Untuk melangkah lebih jauh dan memanfaatkan keuntungan yang dibawa oleh infrastruktur cloud yang terukur, para pemimpin bisnis harus mengetahui cara menavigasi lanskap ancaman keamanan yang berubah dengan cepat," ungkap Ahmed.
 
Bagi Ahmed saat membicarakan keamanan siber disebuah organisasi atau perusahaan, penting agar hal itu dibicarakan bersama oleh eksekutif bisnis, profesional keamanan, dan pemangku kepentingan lain di dalamnya.
 
"Saat ini internet membuat setiap tautan atau jaringan saling terkait yang artinya setiap taunan atau jaringan tersbeut masing-masing harus terlindungi atau memiliki keamanan siber yang kuat. Jadi meningkat dan menangani keamanan siber menjadi mandat di seluruh organisasi," tutur Ahmed.
 
Namun, selama ini hal tersebut lebih sering dilemparkan ke tanggung jawab departemen TI. Padahal, penanganan keamanan siber juga berpengaruh penting kepada bisnis. Oleh sebab itu, seluruh pemangku kepentingan juga harus membicarakan bentuk penanganan keamanan siber yang terintegrasi dengan bisnis dan operasional organisasi atau perusahaan.
 
Sebelum terjun ke pembahasan teknis Ahmed memngingatkan agar departemen IT juga disertakan dalam pembnicaraan tentang sistem keamanan siber dalam apek bisnis dan operasional organisasi atau perusahaan.
 
Komunikasi yang berkesinambungan tersebut dibutuhkan agar departemen IT bisa menemukan sistem keamanan siber yang sesuai dengan kebutuhan dan operasional organisasi. Jadi keamanan siber menjadi prioritas bersama organisasi yang akan membuat bisnis tidak akan terganggu saat adanya serangan siber.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA