Insiden peretasan akun pesohor Twitter menyebabkan kerugian hingga Rp1,7 miliar.
Insiden peretasan akun pesohor Twitter menyebabkan kerugian hingga Rp1,7 miliar.

Pembobolan Akun Twitter Pesohor Sebabkan Kerugian Rp1,7 Miliar

Teknologi teknologi twitter
Lufthi Anggraeni • 18 Juli 2020 09:35
Jakarta: Jagat maya tengah dihebohkan oleh insiden peretasan yang dialami sejumlah akun terverifikasi di jejaring sosial Twitter. Insiden ini menjadi pembobolan terparah selama 14 tahun perjalanannya berkiprah di ranah teknologi.
 
Insiden ini melibatkan nama besar dari berbagai industri, tidak terkecuali industri teknologi seperti Apple, pendiri Amazon Jeff Bezos, pendiri Microsoft Bill Gates dan pendiri Tesla, Elon Musk. Peretasan ini menampilkan unggahan yang meminta pengikut akun tersebut mengirimkan uang dalam bentuk Bitcoin.
 
Akibat insiden ini, dompet digital Bitcoin yang dipromosikan via akun pesohor yang diretas tersebut dilaporkan berbagai sumber berhasil menghimpun dana sebesar USD120.000 (Rp1,7 miliar) dalam bentuk mata uang kripto.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelaku penipuan yang memanfaatkan akun Twitter terverifikasi yang berhasil dibobol ini dilaporkan Sydney Morning Herald menggunakan sejumlah dompet digital Bitcoin. Namun dompet yang muncul di sejumlah unggahan tersebut diperkirakan telah menerima hampir sebanyak 13 Bitcoin.
 
Twitter mengaku telah mengetahui insiden peretasan yang terjadi di platform karyanya tersebut. Berdasarkan akun Twitter Support, perusahaan jejaring sosial berlogo burung biru ini telah mendeteksi aktivitas yang diyakininya sebagai serangan rekayasa sosial terkoordinasi.
 
Serangan ini, lanjut Twitter, dilakukan oleh pihak yang berhasil menargetkan sejumlah pegawai perusahaannya yang memiliki akses ke sistem dan alat internal. Sebagai informasi, serangan rekayasa sosial berarti memanfaatkan elemen manusia dari keamanan.
 
Twitter juga memperkirakan sebanyak 130 akun yang ditargetkan oleh pelaku serangan. Menindaklanjuti insiden ini, Twitter memperketat pengawasannya terhadap akun terverifikasi, seperti yang disampaikannya di akun Twitter Support.
 
Hal ini berdampak pada kesulitan pemilik akun terverifikasi dalam mengakses akun mereka. Sejumlah merek mengaku kesulitan untuk masuk ke akun dan mendapatkan kode konfirmasi untuk masuk ke akun mereka.
 
Sementara itu, ahli keamanan siber asal Australia Troy Hunt menyebut bahwa jumlah data yang dihimpun oleh penyerang dapat bergantung pada jangka waktu pengaksesan sistem internal Twitter. Sebagai pengingat, akun Twitter resmi sejumlah pesohor dilaporkan mengalami pembajakan pada tanggal 15 Juli lalu.
 
Pelaku pembajakan tersebut mencoba menipu masyarakat untuk uang sebesar USD1.000 (Rp14,6 juta) dalam bentuk bitcoin dalam kurun waktu 30 menit, guna mendapatkan jumlah dana dua kali lipat. Umumnya, pelaku yang berpura-pura menjadi pemilik akun mengaku hal ini merupakan bagian dari program amal yang tengah dilakukannya.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif