Ilustrasi.
Ilustrasi.

Twitter Rilis Informasi Baru Soal Peretasan Akun Pesohor

Teknologi media sosial teknologi twitter
Cahyandaru Kuncorojati • 31 Juli 2020 14:14
Jakarta: Di blog resminya Twitter merilis update atau informasi terbaru terkait peretasan banyak akun pesohor atau dengan centang biru (verified) yang kemudian membuat cuitan terkait bisnis Bitcoin yang terjadi di tanggal 16 Juli 2020 lalu.
 
Di bagian informasi per tanggal 30 Juli 2020, Twitter menjelaskan mengenai cara peretas atau hacker bisa mengambil alih kendali alat Twitter dari pegawainya. Mereka menjelaskan bahwa sejumlah pegawai menjadi korban serangan phone spear phishing.
 
Dikutip dari Mashable, serangan ini menargetkan pegawai Twitter yang punya jabatan sekaligus akses ke alat kendali media sosial tersebut. Spear phishing merupakan metode serangan siber berupa penipuan lewat email.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


BACA: Akun Twitter Sejumlah Pesohor Dibajak
 
Pelaku serangan spear-phishing akan mengirimkan email ke korban dengan mengaku sebagai sesama pegawai Twitter atau sosok yang dikenal korban. Jadi korban akan percaya begitu saja. Akibatnya, peretas berhasil mendapatkan akses ke informasi penting pegawai Twitter,
 
"Serangan yang berhaisl ini membuat penyerang mendapatkan akses ke jaringan internal dari informasi penting pegawai kami sekaligus alat dukungan internal," tulis Twitter.
 
"Tidak semua pegawai yang menjadi target memiliki izin akses ke akun alat manajemen, tapi peretas menggunakan akses ke sistem internal untuk menemukan data penting. Hal ini menjadi bekal peretas menemukan pegawai dengan akses khusus," jelas Twitter.
 
BACA: Pembobolan Akun Twitter Pesohor Sebabkan Kerugian Rp1,7 Miliar
 
Di sini bisa diperoleh sedikit penjelasan bahwa pelaku peretasan bukan dari pegawai Twitter sendiri melainkan peretas telah mencuri dan menggunakan akses yang dimiliki korban atau pegawai. Spear phishing menjadi serangan siber digunakan oleh peretas.
 
Saat ini pihak Twitter mengaku masih dalam tahap investigasi dan telah menutup akses khusus ke alat manajemen platform mereka dari para pegawai. Dampaknya, Twitter akan sedikit lambat menangangi permintaan bantuan dari penggunanya.
 

(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif