TikTok melihat mini drama sebagai model bisnis baru untuk pemasaran dan iklan. Didukung AI, biaya produksinya disebut turun hingga 90 persen.
TikTok melihat mini drama sebagai model bisnis baru untuk pemasaran dan iklan. Didukung AI, biaya produksinya disebut turun hingga 90 persen.

TikTok Bidik Tren Mini Drama untuk Iklan, AI Pangkas Biaya Produksi hingga 90%

Cahyandaru Kuncorojati • 19 Juni 2026 12:34
Ringkasnya gini..
  • TikTok melihat mini drama sebagai model bisnis baru untuk pemasaran digital.
  • AI disebut memangkas biaya produksi mini drama hingga 90 persen.
  • TikTok menghadirkan Symphony dan Dreamina Seedance 2.0 untuk membuat video dari teks.
Singapura: TikTok melihat mini drama atau short drama bukan lagi sekadar format hiburan digital yang sedang populer. 
 
Platform video pendek tersebut kini memosisikan mini drama sebagai salah satu model bisnis baru yang dapat dimanfaatkan pengiklan, publisher, hingga pengembang aplikasi untuk menjangkau konsumen melalui pendekatan berbasis cerita (storytelling).
 
Hal tersebut disampaikan General Manager Global Business Solutions Southeast Asia and Japan TikTok, Yuke Hu, dalam ajang TikTok Apps Summit 2026 yang digelar di Singapura, Kamis (18/6).

Menurut Yuke, industri aplikasi dan game saat ini memasuki fase baru yang didorong oleh tiga faktor utama, yakni model bisnis baru, inovasi AI, dan ekspansi pasar global.
 
"AI merupakan mesin terkuat yang akan mendorong era baru industri aplikasi dan game," ujar Yuke.
 
TikTok menilai perubahan tersebut membuka peluang baru bagi pelaku bisnis untuk menciptakan pengalaman pemasaran yang lebih menarik dibanding iklan konvensional yang selama ini didominasi format video pendek atau banner digital.
 

Industri Mini Drama Sudah Bernilai USD2,9 Miliar

TikTok Bidik Tren Mini Drama untuk Iklan, AI Pangkas Biaya Produksi hingga 90%
 
Dalam presentasinya, Yuke menjelaskan bahwa TikTok mulai memperluas kategori native entertainment yang mencakup mini game dan mini drama.
 
Berbeda dengan konten video pendek biasa, mini drama memungkinkan pengguna mengikuti cerita secara episodik langsung dari ekosistem TikTok. Pengguna dapat menemukan cuplikan cerita di halaman feed, lalu melanjutkan ke episode berikutnya tanpa harus keluar dari platform.
 
Menurut TikTok, model ini mulai berkembang menjadi industri yang menjanjikan. "Saat ini industri short drama telah menghasilkan pendapatan global sebesar USD2,9 miliar sepanjang 2025," kata Yuke.
 
Angka tersebut menunjukkan bahwa mini drama tidak lagi sekadar menjadi tren hiburan digital, tetapi mulai berkembang menjadi model bisnis baru yang menarik perhatian berbagai pelaku industri, termasuk brand, publisher aplikasi, hingga perusahaan pemasaran digital.
 
Bagi pengiklan, format mini drama menawarkan pendekatan berbeda karena produk atau layanan dapat diintegrasikan ke dalam alur cerita sehingga terasa lebih natural dibanding iklan tradisional.
 

AI Pangkas Biaya Produksi hingga 90 Persen

TikTok Bidik Tren Mini Drama untuk Iklan, AI Pangkas Biaya Produksi hingga 90%
 
Salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan mini drama adalah semakin murahnya biaya produksi berkat pemanfaatan AI.
 
Yuke mengungkapkan bahwa dalam kurun satu hingga dua tahun terakhir, biaya produksi mini drama mengalami penurunan yang sangat signifikan.
 
"Hanya dalam satu hingga dua tahun, biaya produksi berhasil ditekan hingga 90 persen berkat kemampuan AI," ungkap Yuke.
 
Menurutnya, perkembangan teknologi AI membuat proses produksi konten menjadi lebih cepat dan efisien. Hal ini membuka peluang bagi lebih banyak pelaku usaha untuk memanfaatkan format mini drama sebagai bagian dari strategi pemasaran mereka.
 
Penurunan biaya produksi juga dinilai dapat mempercepat pertumbuhan industri karena hambatan masuk menjadi jauh lebih rendah dibanding sebelumnya.
 

TikTok Hadirkan Symphony dan Dreamina Seedance 2.0

TikTok Bidik Tren Mini Drama untuk Iklan, AI Pangkas Biaya Produksi hingga 90%
 
Untuk mendukung kebutuhan produksi konten berbasis AI, TikTok memperkenalkan pengembangan terbaru pada platform AI mereka, TikTok Symphony.
 
Dalam acara tersebut, Yuke menjelaskan bahwa Symphony kini telah terintegrasi dengan Dreamina Seedance 2.0 yang disebut sebagai model AI terbaru milik TikTok.
 
Teknologi ini memungkinkan pengguna membuat video hanya melalui perintah teks (text prompt), sekaligus menghasilkan visual yang lebih konsisten.
 
"Kini Symphony mampu menghasilkan video yang realistis dan konsisten hanya berdasarkan perintah teks," jelas Yuke.
 
Menurut TikTok, teknologi tersebut dapat membantu publisher, pengiklan, maupun kreator dalam memproduksi materi promosi secara lebih cepat tanpa harus melalui proses produksi konvensional yang memakan biaya dan waktu besar.
 

TikTok Bangun Ekosistem dari Produksi hingga Monetisasi

Selain menyediakan teknologi AI untuk produksi konten, TikTok juga menyiapkan solusi untuk membantu distribusi dan monetisasi.
 
Yuke menjelaskan bahwa publisher dapat memanfaatkan berbagai solusi pertumbuhan yang disediakan TikTok setelah mini drama dipublikasikan dan mulai menghasilkan pendapatan melalui iklan atau transaksi digital.
 
Melalui pendekatan tersebut, TikTok berupaya menghadirkan ekosistem yang terintegrasi, mulai dari pembuatan konten menggunakan AI, distribusi kepada pengguna, hingga monetisasi melalui berbagai model bisnis yang tersedia di platform.
 
Strategi ini menunjukkan bahwa TikTok tidak hanya ingin menjadi tempat distribusi video pendek, tetapi juga platform yang mendukung seluruh rantai bisnis konten digital.
 
Dengan pasar global yang telah mencapai US$2,9 miliar dan biaya produksi yang terus menurun berkat AI, mini drama diperkirakan menjadi salah satu area pertumbuhan baru yang akan semakin banyak dimanfaatkan pelaku bisnis untuk kebutuhan pemasaran dan periklanan digital.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA