Sandy Kunvatanagarn, Head of Policy, Southeast Asia, OpenAI
Sandy Kunvatanagarn, Head of Policy, Southeast Asia, OpenAI

Indonesia Masuk 10 Besar Pengguna Mingguan ChatGPT di Dunia

Mohamad Mamduh • 03 September 2026 20:33
Ringkasnya gini..
  • Sandy memaparkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki antusiasme dan fondasi adopsi digital yang sangat kuat.
  • Menanggapi laporan tersebut, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemenkomdigi Edwin Hidayat Abdullah, menyambut positif data yang dipaparkan OpenAI.
  • Kemenkomdigi tengah merampungkan Peta Jalan AI Nasional (AI Roadmap) yang mencakup 10 sektor prioritas serta merumuskan pedoman etika AI.
Jakarta: OpenAI, mengungkapkan bahwa Indonesia kini telah menembus jajaran 10 besar negara dengan pengguna aktif mingguan ChatGPT terbanyak di dunia. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Head of Policy Southeast Asia OpenAI, Sandy Kunvatanagarn, dalam peluncuran laporan bertajuk Closing Indonesia’s AI Capability Gap di Jakarta, Kamis 3 September 2026. 

Sandy memaparkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki antusiasme dan fondasi adopsi digital yang sangat kuat. Berdasarkan data yang dihimpun dalam laporan tersebut, adopsi AI di Indonesia tidak lagi dimulai dari nol.

"Lebih dari 50 persen atau lebih dari separuh masyarakat Indonesia sudah menggunakan perangkat AI setiap minggunya. Bahkan, satu dari lima orang sudah menggunakannya setiap hari. Data internal OpenAI juga menunjukkan Indonesia merupakan salah satu negara di peringkat 10 besar untuk pengguna aktif mingguan ChatGPT," ujar Sandy.

Meski angka pengguna aktif tergolong masif, Sandy menekankan adanya tantangan nyata yang perlu segera dijembatani, yakni capability gap atau kesenjangan kapabilitas. Kesenjangan ini merupakan selisih antara kemampuan teknologi AI yang kian canggih dengan implementasi riil masyarakat dan dunia usaha dalam alur kerja produktif sehari-hari.

Menurut temuan OpenAI, pemanfaatan AI tingkat lanjut masih sangat terpusat pada kelompok kecil pengguna. Sekitar 5 persen pengguna teratas di Indonesia tercatat mengonsumsi daya komputasi berpikir hingga 11 kali lipat lebih tinggi dibandingkan rata-rata pengguna umum. Kelompok ini telah memanfaatkan AI secara mendalam untuk kebutuhan coding, analisis data kompleks, riset mendalam, hingga perencanaan strategis.

Sandy juga mencatat akselerasi pesat pada perkakas agentic coding OpenAI, Codex. Menariknya, lebih dari 50 persen instruksi yang masuk justru bukan untuk pemrograman, melainkan tugas pekerjaan berbasis pengetahuan seperti penyusunan laporan dan visualisasi data. Sejak awal tahun, penggunaan Codex di Indonesia melonjak 12 kali lipat secara mingguan, dan interaksi hariannya melonjak hingga 16 kali lipat per April.

"Tantangan sekaligus peluang besarnya saat ini adalah bagaimana memperluas kapabilitas dari kelompok inti pengguna tingkat lanjut ini ke seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara nyata," jelas Sandy.

Menanggapi laporan tersebut, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemenkomdigi Edwin Hidayat Abdullah, menyambut positif data yang dipaparkan OpenAI. Kendati demikian, Edwin mengingatkan agar tingginya angka pengguna tidak sekadar menjadikan Indonesia sebagai pasar konsumtif belaka.

Edwin menyoroti kontras antara penggunaan individu dan dunia usaha. Di Indonesia, sekitar 92 persen tenaga kerja terampil telah memakai AI, tetapi baru 12 persen entitas bisnis yang benar-benar mengintegrasikan AI ke dalam sistem operasional inti mereka.

"Biaya menjalankan sistem AI itu sepuluh kali lebih mahal daripada melatih datanya. Oleh karena itu, jika penggunaan AI tidak menghasilkan dua hal—yakni kecerdasan kolektif (collective intelligence) dan kesejahteraan umum (general welfare)—maka investasi teknologi ini hanya akan menjadi pemborosan yang sangat mahal (expensive waste)," tegas Edwin.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah melalui Kemenkomdigi tengah merampungkan Peta Jalan AI Nasional (AI Roadmap) yang mencakup 10 sektor prioritas serta merumuskan pedoman etika AI guna memperkuat kedaulatan data dan teknologi nasional. Kerja sama antara model teknologi mutakhir global dan konteks lokal dinilai menjadi kunci penentu agar adopsi AI berdampak optimal bagi perekonomian Indonesia.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA