Aplikasi Jahat di App Store Curi Uang dari Pengguna iPhone

Ellavie Ichlasa Amalia 05 Desember 2018 10:28 WIB
apple
Aplikasi Jahat di App Store Curi Uang dari Pengguna iPhone
Ada aplikasi bermasalah di App Store. (AFP PHOTO / Emmanuel DUNAND)
Jakarta: Apple memiliki sebuah tim khusus untuk memeriksa setiap update dan aplikasi baru di App Store. Namun, tampaknya itu tidak menjamin keamanan dari semua aplikasi yang ada.

Belum lama ini, ada dua aplikasi jahat yang menyusup masuk ke App Store dan mencuri uang dari pengguna iPhone via pembelian dalam aplikasi. Jumlah uang yang tercuri sampai USD120.

Dua aplikasi di App Store diketahui menggunakan pemindai sidik jari pada iPhone untuk menipu pengguna melakukan pembelian yang tidak mereka inginkan, lapor Business Insider.


Menurut 9to5Mac, aplikasi penipu ini meminta pengguna untuk meletakkan jari mereka di atas sensor Touch ID untuk memeriksa detak jantung Anda.

Padahal, sensor sidik jari pada iPhone tidak bisa digunakan untuk mengukur detak jantung penggunanya dan meletakkan sidik jari ke sensor Touch ID bisa digunakan untuk menyetujui sebuah pembelian.

Setelah itu, sang developer aplikasi akan mendapatkan uang dari kartu kredit korban. Apple menolak untuk memberikan komentar ketika ditanya bagaimana para pengguna iPhone bisa melindungi diri mereka dari penipuan ini dan apakah para pengguna akan bisa meminta uang mereka yang tercuri kembali.

"Terima kasih karena telah memberitahukan masalah ini pada kami. Ini telah kami beritahukan pada tim untuk ditinjau lebih lanjut," tulis akun Apple Support di Twitter.

Jumlah aplikasi penipuan di App Store semakin bertambah seiring dengan semakin besarnya kontribusi aplikasi ke total pendapatan Apple.

Apple juga mendorong para developer untuk menggunakan model berlangganan pada aplikasi mereka. Dengan begitu, mereka akan bisa mendapatkan pendapatan berkelanjutan dari pengguna.

Namun, para developer indie memprotes akan pendekatan Apple yang aneh terkait proses persetujuan agar aplikasi bisa masuk ke App Store.

Banyak developer dari aplikasi yang berkualitas yang mengeluhkan bahwa aplikasi mereka dihapus atau ditunda persetujuannya karena pelanggaran peraturan yang terus berubah dari Apple. Sementara aplikasi penipuan justru bisa masuk menjadi aplikasi populer.

"Selama bertahun-tahun, saya telah memberitahukan Apple akan manipulasi dan penipuan di App Store. Apple memang telah memperbaiki sebagian masalah ini, tapi secara keseluruhan, pendekatan Apple justru bisa memudahkan orang jahat dan menyulitkan developer yang sebenarnya," kata developer Davide Bernard.



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.