Aplikasi Keyboard Samsung Terima Mode Floating
Aplikasi keyboard Samsung dilaporkan menerima update berbekal mode Floating.
Jakarta: Samsung dilaporkan berencana menambahkan fitur baru pada aplikasi keyboard Android karyanya, salah satunya telah tersedia di Google Gboard yaitu mode Floating.

Fitur baru ini belum tersedia untuk pengguna perangkat Galaxy yang tidak menggunakan bocoran sistem Android Pie beta.

XDA Developers mengidentifikasi versi baru dari Samsung Keyboard pada salah satu bocoran versi Android Pie beta untuk Samsung Galaxy S9 dan S9+ serta Galaxy Note 9. Aplikasi versi baru ini termasuk mode Floating yang memungkinkan pengguna untuk memindahkan keyboard pada layar.


Mode Floating baru dapat diaktifkan dari menu pengaturan keyboard, lokasi pengguna dapat menemukan opsi lain seperti keyboard Standard dan keyboard One-hand. Versi baru dari Samsung Keyboard ini diperkirakan tersedia bersama update Android Pie pertama.

Sementara itu, Samsung tetap mencoba mempertahankan eksistensinya di industri gaming mobile melalui game Fortnite. Produsen perangkat ini akan meluncurkan kit aksesori Galaxy terbaru untuk Fortnite pada 30 Oktober mendatang.

Kit aksesori Galaxy ini akan tersedia secara eksklusif kepada pemilik Galaxy Note 9 dan Galaxy Tab S4, dan terdiri dari back bling, glider, dan alat panen.

Kit ini akan menjadi item dalam game kedua Fortnite yang diluncurkan oleh Samsung setelah skin Galaxy, dan akan tersedia pada tanggal 1 November.

Sebelumnya, Samsung meluncurkan dua ponsel Galaxy A baru di Tiongkok hari ini, yaitu Galaxy A6s dan Galaxy A9s. Galaxy A9s adalah Galaxy A9 yang namanya diganti untuk pasar Tiongkok. Namun, keduanya memiliki spesifikasi yang sama, termasuk empat kamera belakang.

Menariknya adalah Galaxy A6s, yang merupakan ponsel ODM (Original Design Manufacturer) pertama Samsung, yang berarti ponsel itu tidak diproduksi oleh Samsung. Menurut The Korea Herald, Samsung memang telah berdiskusi dengan perusahaan ODM Tiongkok, Wingtech untuk membuat ponsel Galaxy kelas pemula dan menengah.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.