Huawei kembali menegaskan komitmennya mendukung jaringan 5G di Indonesia via lokakarya.
Huawei kembali menegaskan komitmennya mendukung jaringan 5G di Indonesia via lokakarya.

Siapkan 5G di Indonesia, Huawei Gelar Lokakarya

Teknologi teknologi huawei telekomunikasi
Lufthi Anggraeni • 11 Oktober 2019 17:23
Jakarta: Huawei kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung kesiapan Indonesia dalam menyambut dan menghadirkan konektivitas jaringan 5G di Tanah Air. Tidak hanya melalui penyediaan produk pendukung, dukungan ini juga dihadirkan via kegiatan lokakarya.
 
“Lokakarya teknologi informasi dan komunikasi ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan Huawei, melibatkan seluruh stakeholder. Kegiatan ini tidak hanya ditujukan untuk membangun kapasitas SDM Indonesia,” VP Public Affairs & Communications Huawei Indonesia Ken Qijian.
 
Lokakarya ini didorong oleh pemahaman bahwa jaringan 5G dapat menjadi kekuatan pendorong bermanfaat bagi berbagai aspek di kehidupan manusia, dan menjadi fondasi dari konektivitas masa depan dan mampu menginspirasi kemunculan berbagai inovasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Program lokakarya ini juga ditujukan untuk membangun kesiapan ekosistem 5G, baik dari sisi teknis maupun non teknis. Jaringan 5G disebut Ken, mampu memperluas cakupan layanan jaringan seluler sehingga mendukung keterhubungan dan interaksi dengan berbagai hal.
 
Selain itu, Huawei turut mengumumkan komitmennya menyoal jaringan 5G, melalui pengguliran pengujian jaringan komersial dari upgrade dari 4G ke 5G, termasuk perkenalan dari solusi FDD MIMO karya Huawei.
 
Sebagai informasi, FDD MIMO merupakan rangkaian antena yang diklaim mampu meningkatkan efisiensi spektral dan kapasitas sistem.
 
Selain itu, Huawei juga memperkenalkan Cloud AIR yang menggunakan penjadwalan lebih canggih sehingga memungkinkan Radio Access Technologies berbeda untuk berbagi spektrum yang sama dalam satu band jaringan.
 
Lokakarya ini menjadi lanjutan komitmen Huawei dalam mendorong kemajuan sumber daya manusia di Indonesia, setelah sebelumnya juga menyelenggarakan Huawei ICT Competition yang menyasar mahasiswa dan memberikan peluang untuk mendapatkan pelatihan terkait teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
 
Sebelumnya, Huawei juga mengumumkan kesepakatan dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Republik Indonesia, terkait dengan pengembangan dan peningkatan kompetensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
 
Kesepakatan ini dihadirkan dalam bentuk pelatihan instalasi perangkat Base Transceiver Station (BTS) dan Microwave, serta sertifikasi untuk 1.000 pencari pekerjaan.
 
Program ini merupakan bagian dari program Smart Generation yang telah dicanangkan sejak penandatangan kesepakatan pada tahun 2018 lalu.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif