Banyak Pembeli iPhone Ternyata Mantan Pengguna Android
Kumpulan seri iPhone. (Wired)
Jakarta: Pengguna smartphone Android mungkin kerap menyindir pengguna iPhone dengan julukan Apple Fanboy. Kenyataannya justru ada pengguna Android yang bermigrasi ke iOS lewat iPhone yang jumlahnya lumayan besar, percaya?

Mengutip Venture Beat, diperoleh laporan riset independen dari firma Consumer Intelligence Research Partner menyatakan bahwa setiap kuartal ada sekitar 15 persen hingga 20 persen pengguna iPhoen baru berasal dari pengguna smartphone.

Artinya salah bahwa anggapan harga iPhone yang mahal membuat produk Apple tersebut tidak menarik di mata pengguna Android.


Hasil riset juga menemukan bahwa mereka yang migrasi ke iPhone tidak langsung membeli seri termahal, tapi terlebih dahulu dengan seri yang murah mulai dari harga USD349 atau Rp4,9 jutaan.

Consumer Intelligence Research Partners memaparkan hasil riset selama enam bulan yang berakhir pada bulan Maret 2018 lalu dan baru dirilis sekarang. Tidak kurang ada lima jenis yang terpantau digemari oleh para pengguna Android yang bermigrasi ke iPhone.

iPhone 8 maupun iPhone 8 Plus menjadi yang paling banyak dibeli oleh "mantan" pengguna Android yakni sebanyak 40 persen namun jumlahnya masih lebih banyak dari pengguna yang sudah setia dengan merek iPhone.



Consumer Intelligence Research Partners menyebutkan bahwa menilai bahwa "mantan" pengguna Android lebih memiliki membeli iPhone 8 Plus ketimbang iPhone 8.

Meskipun iPhone X dipatok dengan harga yang paling tinggi pernah diproduksi Apple tapi tercatat kurang dari 10 persen pembelinya juga merupakan "mantan" pengguna Android. iPhone SE dan varian iPhone 6 serta iPhone 6s Plus juga masih menarik perhatian "mantan pengguna Android.

Consumer Intelligence Research Partners mencatat pada kuartal yang berakhir di bulan Maret 2018 sekitar 52,2 juta unit iPhone berhasil dijual Apple. Apabila 15 hingga 20 persen pembelinya adalah "mantan" pengguna Android artinya 7,83 juta hingga 10,44 juta unit iPhone dibeli oleh mereka yang sebelumnya menggunakan Android.



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.