Microsoft dilaporkan menghentikan pengeluaran iklan di Facebook dan Instagram di seluruh dunia.
Microsoft dilaporkan menghentikan pengeluaran iklan di Facebook dan Instagram di seluruh dunia.

Microsoft Setop Beriklan di Facebook

Teknologi teknologi microsoft
Lufthi Anggraeni • 30 Juni 2020 09:27
Jakarta: Microsoft dilaporkan telah menghentikan sementara periklanan di Facebook dan Instagram. Biaya periklanan di Facebook untuk wilayah Amerika Serikat (AS) telah ditangguhkan sejak bulan Mei, dan kini juga Microsoft menerapkan keputusan yang sama dalam skala global.
 
Mengutip Phone Arena, Microsoft belum secara resmi bergabung dalam gerakan StopHateForProfit. Sebagai informasi, gerakan ini mendorong perusahaan untuk memangkas pengeluaran di Facebook dan Instagram guna menekan CEO Mark Zuckerberg untuk menghadirkan kebijakan lebih tegas dalam menyaring ujaran kebencian.
 
Keputusan Microsoft tersebut dilaporkan disebabkan oleh permasalahan terkait lokasi iklan miliknya ditampilkan. Dalam pernyataannya, CMO Microsoft Chris Capossela menyebut keputusan Microsoft ini berbasis kekhawatiran yang dimiliki perusahaan pada bulan Mei lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sehingga Microsoft memutuskan untuk menangguhkan seluruh pengeluaran media di Facebook dan atau Instagram di AS, dan kemudian menangguhkan seluruh pengeluaran di Facebook dan Instagram di seluruh dunia.
 
Meskipun sulit untuk secara spesifik menunjukan konten yang menurut Microsoft tidak pantas, namun pernyataan Capossela merujuk pada konten terkait terorisme, ujaran kebencian, dan pornografi. Motivasi yang diungkap Microsoft serupa dengan perusahaan besar lain seperti Coca-Cola, PepsiCo, Viber, dan Starbucks.
 
Namun, Microsoft dilaporkan telah menjalani pendekatan lebih halus dan tengah mendiskusikan kekhawatirannya dengan pimpinan Facebook, serta menyampaikan persyaratan yang harus dipenuhi Facebook agar pihaknya kembali beriklan di platform tersebut.
 
Untuk saat ini, penangguhan periklanan Microsoft di platform milik Facebook dikabarkan akan berlangsung hingga bulan Agustus mendatang. Sementara itu, Facebook menunjukan bahwa pihaknya mendengarkan dorongan dari berbagai pihak ini.
 
Perusahaan jejaring sosial tersebut baru-baru ini mulai memberikan label pada unggahan di platform miliknya yang melanggar peraturan, bahkan meski unggahan tersebut dinilai syarat berita. Sebelumnya, Facebook tidak menyentuh unggahan dari tokoh publik seperti Donald Trump.
 
Facebook mungkin mengalami dampak kuat secara finansial dari boikot yang dilakukan perusahaan besar tersebut hanya dalam jangka waktu singkat, sebab sebagian besar pendapatannya dihasilkan dari bisnis kecil dan menengah.
 
Namun dampak terhadap reputasi Facebook diprediksi akan berlangsung dalam jangka waktu lama. Selain itu, dalam jangka waktu panjang, situasi finansial dapat menjadi masalah dan saham perusahaan telah mulai mengalami penurunan.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif