Sriram Raghavan, General Manager IBM Software India & Software Innovation Lab.
Sriram Raghavan, General Manager IBM Software India & Software Innovation Lab.

IBM Think Singapore 2026

Agen AI IBM Bob Muncul Lagi, Sudah Bisa Modernisasi Sistem Enterprise

Mohamad Mamduh • 21 Juli 2026 13:44
Ringkasnya gini..
  • Bob berperan penuh di seluruh siklus pengembangan perangkat lunak (Software Development Life Cycle / SDLC).
  • Jutaan agen AI yang akan mengambil tindakan hingga 100 sampai 120 kali lipat dari tindakan manusia di perusahaan.
  • Indikator keberhasilan utama dari transformasi AI bukanlah semata-mata angka di dalam laporan finansial.
Singapura: Dalam ajang IBM Think Singapore 2026, Sriram Raghavan, General Manager IBM Software India & Software Innovation Lab. Ia menegaskan pentingnya beralih ke tahap berikutnya dalam model operasi AI.

"Kecerdasan terhubung, kecerdasan terpercaya pada saat yang benar dan terhubung. Jadi, kita harus menuju ke tahap selanjutnya dari model operasi AI. Setelah kita memiliki kecerdasan, apa yang harus kita lakukan? Kita harus bertindak terhadap kecerdasan," ungkap Sriram di atas panggung utama.

Untuk memodernisasi perusahaan dan menyiapkan sistem agar siap untuk infusi AI, IBM memperkenalkan Bob sebagai rekan AI otonom atau agen AI. Berbeda dengan asisten pembuat kode sederhana, Bob berperan penuh di seluruh siklus pengembangan perangkat lunak (Software Development Life Cycle / SDLC)—mulai dari penemuan, perencanaan, penulisan kode, pengujian, hingga dokumentasi dan penanganan umpan balik.

Sriram menjelaskan keberadaan Bob di dalam organisasi teknis, "Bob bukan hanya pengembang kode, bukan hanya seseorang yang mengembangkan lainnya kode Python. Bob merupakan seorang anggota sepenuhnya." Di internal IBM, Bob telah digunakan oleh lebih dari 150.000 karyawan, terbukti berhasil mengurangi waktu pembangunan hingga 70 persen, meningkatkan pengetahuan sebesar 40 persen, serta mempercepat eksekusi hingga tiga kali lipat.

Melihat perkembangan lima tahun ke depan, Sriram memproyeksikan munculnya satu juta aplikasi baru serta jutaan agen AI yang akan mengambil tindakan hingga 100 sampai 120 kali lipat dari tindakan manusia di perusahaan. Dengan perkiraan 50 persen kode dihasilkan oleh AI dan 40 persen di antaranya berpotensi memiliki kelemahan keamanan, pengelolaan risiko menjadi krusial.

Keandalan IBM Bob dalam skala bisnis enterprise dibuktikan oleh Kasikornbank, salah satu bank terbesar di Thailand yang menjadi pengguna pertama IBM Bob di kawasan Asia Pasifik. Weerasakol Chawanotai, Director - Enterprise Architect Kasikornbank, membagikan pengalamannya saat mengadopsi Bob untuk memodernisasi arsitektur perbankan.

"Hal pertama adalah kami memiliki banyak kode legacy, dan kami membutuhkan banyak orang untuk bergabung dan mencapai tahap baru untuk membantu kami berkembang," ujar Weerasakol.

Kasikornbank memilih memulai adopsi Bob dari pembuatan dokumentasi sistem lama yang berisiko rendah guna membangun kepercayaan tim pengembang, sebelum melanjutkan ke tahap modernisasi kode secara lebih agresif untuk meningkatkan produktivitas dan menurunkan biaya pengiriman. 

Perspektif kepemimpinan bisnis dihadirkan oleh KPJ Healthcare, penyedia jaringan rumah sakit terkemuka di Malaysia. Izzad Shamsudin, Chief Financial Officer KPJ Healthcare, menekankan perubahan pola pikir yang dibutuhkan seorang pimpinan keuangan dalam menyikapi investasi AI.

Menurutnya, transformasi AI tidak boleh dimulai dari fungsi departemen yang terisolasi, melainkan dari penyelesaian masalah operasional nyata, seperti memangkas waktu tunggu pasien dan mendampingi dokter fokus pada analisis hipotesis klinis.

Izzad menegaskan bahwa indikator keberhasilan utama dari transformasi AI bukanlah semata-mata angka di dalam laporan finansial. "Menurut saya, KPI terharusnya adalah kecepatan keputusan. Hari ini kita menunggu data yang cukup refleksif tapi membutuhkan waktu, dan itu adalah biaya. Keuangan hanyalah hasil jika kita mendapatkan nilai yang sebenarnya," tegas Izzad.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA