Foto: Modena
Foto: Modena

Sektor Industri Makin Hijau, Dukung Transisi Energi Bersih di Cikampek

Mohamad Mamduh • 28 Juli 2026 11:09
Jakarta: Tren adopsi energi terbarukan di sektor industri tanah air terus menunjukkan pergerakan positif. Langkah ini ditunjukkan dengan peresmian instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di kawasan industri Cikampek, Jawa Barat. Proyek strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara Modena Energy dan PT Multi Nitrotama Kimia (MNK), yang merupakan anak perusahaan dari PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS).
 
Instalasi surya yang terpasang di fasilitas manufaktur PT MNK ini memiliki kapasitas sebesar 307,5 kWp. Dalam operasionalnya secara jangka panjang, sistem ini diproyeksikan mampu menghasilkan pasokan energi listrik bersih hingga 400.000 kWh per tahun.
 
Tidak hanya memberikan alternatif sumber daya listrik, langkah hijau ini juga diperkirakan bakal memangkas emisi karbon global secara signifikan, yakni mencapai 360.000 kg CO₂ setiap tahunnya. Langkah ini mempertegas komitmen korporasi dalam mendukung target Net Zero Emission yang dicanangkan pemerintah.

Agiya Fersya, Head of Modena Energy, menjelaskan bahwa kerja sama dengan PT MNK merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan untuk memfasilitasi percepatan transisi energi di sektor industri.
 
Menurutnya, integrasi PLTS di ranah industri tidak hanya membawa dampak positif bagi kelestarian lingkungan, tetapi juga menawarkan efisiensi biaya operasional yang substansial serta keandalan pasokan daya yang lebih stabil dalam jangka panjang. Modena Energy memosisikan diri sebagai mitra yang siap menghadirkan solusi pemanfaatan energi surya secara komprehensif bagi para pelaku usaha.
 
Sistem energi yang diterapkan di PT MNK mengusung skema on-grid, sebuah metode cerdas yang mengintegrasikan langsung sistem solar panel dengan jaringan listrik milik PLN. Melalui skema ini, operasional pabrik pada siang hari akan memanfaatkan pasokan listrik secara penuh dari tenaga surya.
 
Operasional tetap terjaga karena jaringan PLN akan otomatis menyuplai daya saat intensitas cahaya matahari menurun atau ketika kebutuhan beban industri meningkat. Kombinasi ini menjadi solusi ideal bagi industri manufaktur yang membutuhkan stabilitas daya tinggi sekaligus ingin menekan biaya pengeluaran energi.
 
General Manager Manufacture PT Multi Nitrotama Kimia, Susilo Yuwono, menyatakan bahwa implementasi PLTS Atap ini merupakan langkah awal yang krusial bagi Ancora Group untuk memperluas pemanfaatan energi terbarukan ke seluruh unit bisnisnya.
 
Ia menekankan bahwa proyek ini tidak sekadar mengejar efisiensi operasional dan pengurangan biaya kelistrikan, namun juga bertujuan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemangku kepentingan dan menjadi pilar penting bagi pembangunan industri yang berkelanjutan.
 
Berdasarkan data Indonesia Solar Energy Outlook (ISEO) 2025, sektor industri memang tercatat sebagai penggerak utama dalam penambahan kapasitas PLTS atap, dengan kontribusi mencapai 104 MWp baru per akhir Juli 2024. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran akan pentingnya dekarbonisasi dan efisiensi energi telah menjadi arus utama di dunia bisnis.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA