Nvidia bersama Firmus dan DayOne membangun pusat data AI 360 MW di Batam. Fasilitas ini ditargetkan beroperasi pada kuartal I 2027.
Nvidia bersama Firmus dan DayOne membangun pusat data AI 360 MW di Batam. Fasilitas ini ditargetkan beroperasi pada kuartal I 2027.

Nvidia Bangun Pusat Data AI di Batam, Proyek 360 MW Siap Beroperasi 2027

Cahyandaru Kuncorojati • 01 Juli 2026 14:19
Ringkasnya gini..
  • Firmus Technologies bersama Nvidia dan DayOne akan membangun kampus pusat data AI berkapasitas 360 MW di Batam.
  • Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I 2027 dan akan melayani perusahaan berbasis AI di kawasan Asia-Pasifik.
  • Kemitraan selama delapan tahun tersebut diproyeksikan menghasilkan kontrak bisnis hingga US$30 miliar dalam enam tahun pertama.
Jakarta: Kebutuhan terhadap infrastruktur artificial intelligence (AI) terus meningkat seiring pesatnya adopsi teknologi kecerdasan buatan di berbagai sektor. Indonesia pun mulai menjadi bagian dari ekspansi tersebut. 
 
Kota Batam dipastikan akan menjadi lokasi pembangunan kampus pusat data AI baru yang dikembangkan Firmus Technologies bersama Nvidia dan operator pusat data asal Singapura, DayOne.
 
Diktuip dari laporan The Strait Times, proyek ini menjadi langkah pertama Firmus membangun fasilitas pusat data di Indonesia. Selain memperkuat posisi Batam sebagai salah satu hub digital di kawasan Asia Tenggara, investasi tersebut juga menunjukkan semakin besarnya peran Indonesia dalam rantai pasok infrastruktur AI global.
 

Bangun Kampus AI Berkapasitas 360 MW di Batam

Firmus mengumumkan proyek tersebut merupakan bagian dari kemitraan strategis selama delapan tahun dengan Nvidia.

Melalui kerja sama itu, Firmus dan DayOne akan mengembangkan kampus Nvidia DSX AI Factory di Batam dengan kapasitas listrik mencapai 360 megawatt (MW).
 
Berbeda dengan proyek Firmus di Australia yang menyasar perusahaan hyperscaler atau penyedia layanan cloud berskala besar, fasilitas di Batam akan dirancang sebagai pusat data multi-tenant yang melayani berbagai perusahaan berbasis AI.
 
Co-Chief Executive Officer Firmus Technologies, Tim Rosenfield, mengatakan proyek tersebut saat ini sudah memasuki tahap pembangunan oleh DayOne. Ia menambahkan fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2027.
 

Didukung Hingga 170.000 Chip AI Nvidia

Dalam kemitraan tersebut, Firmus akan memperoleh akses terhadap infrastruktur Nvidia melalui skema berbagi pendapatan (revenue sharing) dan dukungan pembiayaan.
 
Perjanjian itu mencakup penyediaan hingga 170.000 chip akselerator AI Nvidia sepanjang periode 2027 hingga 2028.
 
Chip akselerator AI merupakan komponen penting dalam pusat data modern karena digunakan untuk mempercepat proses pelatihan (training) maupun inferensi model AI generatif yang membutuhkan daya komputasi sangat besar.
 
Ketersediaan chip tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan perusahaan-perusahaan AI yang terus meningkat di kawasan Asia-Pasifik.
 

Nilai Kontrak Diproyeksikan Capai USD30 Miliar

Firmus memperkirakan kerja sama dengan Nvidia akan menghasilkan committed off-take agreement senilai USD25 miliar hingga USD30 miliar dalam enam tahun pertama.
 
Skema off-take agreement merupakan komitmen pembelian kapasitas layanan oleh pelanggan dalam jangka panjang. Model bisnis ini memberikan kepastian pendapatan bagi operator pusat data sekaligus menjamin pelanggan memperoleh kapasitas komputasi sesuai kebutuhan.
 
Rosenfield menegaskan bahwa prospek bisnis perusahaan tetap kuat meski pasar saham AI belakangan mengalami volatilitas akibat kekhawatiran terhadap permintaan chip.
 
"Kami membangun bisnis berdasarkan permintaan nyata dari pelanggan dan kontrak yang berhasil kami amankan. Pendanaan dan modal juga tetap sangat kuat," ujar Rosenfield.
 

Batam Berpotensi Jadi Hub AI Regional

Pemilihan Batam dinilai memiliki nilai strategis karena lokasinya yang berdekatan dengan Singapura, salah satu pusat data terbesar di Asia Tenggara.
 
Kombinasi kedekatan geografis, infrastruktur jaringan internasional, serta ketersediaan lahan membuat Batam semakin sering dilirik sebagai lokasi pembangunan pusat data berskala besar.
 
Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, Indonesia berpotensi memperoleh manfaat berupa peningkatan investasi digital, penciptaan lapangan kerja di sektor teknologi, hingga berkembangnya ekosistem AI nasional.
 
Firmus sendiri memulai bisnisnya sebagai perusahaan penambangan Bitcoin di Tasmania, Australia, pada 2019. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan bertransformasi menjadi penyedia infrastruktur AI seiring melonjaknya kebutuhan pusat data di kawasan Asia-Pasifik.
 
Pada 2025, Firmus juga menandatangani kerja sama dengan CDC Data Centres untuk membangun pusat data hingga 1,6 gigawatt (GW) di Australia yang juga menggunakan teknologi Nvidia.
 
Selain itu, perusahaan memperoleh valuasi sekitar US$5,5 miliar dalam putaran pendanaan pada April 2026 yang turut didukung Nvidia. Firmus juga disebut tengah mempersiapkan langkah menuju penawaran saham perdana (IPO), meski Rosenfield belum memberikan komentar terkait rencana tersebut.
 
Dengan semakin besarnya investasi global pada infrastruktur AI, proyek di Batam menjadi salah satu sinyal bahwa Indonesia mulai memainkan peran yang lebih penting dalam pengembangan ekosistem kecerdasan buatan di kawasan.
 
Perkembangan pusat data AI di Batam layak untuk terus dipantau. Kehadiran infrastruktur berskala besar seperti ini tidak hanya mendukung pertumbuhan teknologi AI, tetapi juga berpotensi membuka peluang investasi, lapangan kerja, dan transformasi digital di Indonesia.
 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA