Di pasar yang berkembang pesat, tantangan utama yang dihadapi Biznet Gio adalah skalabilitas dan elastisitas, terutama di tengah pola beban kerja yang tidak konsisten di Indonesia. Masalah rantai distribusi global, termasuk kekurangan RAM dan SSD akibat adopsi AI, juga menjadi hambatan.
Biznet Gio telah bekerja dengan CPU AMD Epyc sejak seri 7003, dan terus memperbaruinya menggunakan Gen 4 dan Gen 5. Saat ini, Biznet Gio memiliki lebih dari 350 server bare metal yang didukung oleh CPU AMD Epyc.
Pemilihan ini didasarkan pada beberapa faktor kunci: harga yang kompetitif, kombinasi kuat antara jumlah core dan kecepatan clock yang menghasilkan performa bagus dibandingkan kompetitor, serta waktu pengiriman yang lebih singkat yang membantu mengatasi tantangan distribusi hardware.
Dari sisi kinerja dan biaya operasional, AMD Epyc terbukti sangat mengesankan. Prosesor ini membantu Biznet Gio mengurangi penggunaan lisensi hingga 20% berkat kepadatan core yang lebih tinggi, karena lisensi mereka berbasis per socket.
Selain itu, CPU AMD Epyc juga lebih hemat energi, mengurangi penggunaan daya hingga 8% dan emisi karbon hingga 2.100 kg per server. Tim IT Architecture Biznet Gio telah melakukan pengujian benchmarking dan membandingkannya dengan hasil publikasi online, yang memverifikasi bahwa performa dan harga prosesor AMD Epyc ini sangat bagus.
Permintaan untuk beban kerja AI dan machine learning menjadi fokus utama. Biznet Gio menawarkan solusi berbasis GPU seperti NEO GPU sebagai sebuah Service (virtual machine dengan GPU) dan NEO Metal (server bare metal dengan GPU).
Solusi saat ini menggabungkan AMD Epyc dengan GPU dari vendor lain, tetapi Biznet Gio menyatakan minat besar untuk menggabungkan AMD Epyc dengan GPU Instinct di masa depan. Mereka menekankan pentingnya ekosistem terbuka, seperti ROCm dari AMD, agar tidak terkunci pada satu vendor.
Biznet Gio berencana menggunakan AMD Epyc untuk jangka panjang, menjadikannya standar lingkungan operasional. Perusahaan saat ini memiliki tiga region pusat data dan akan meluncurkan region keempat di Bali menggunakan prosesor ini.
Selain itu, mereka akan merilis produk baru seperti NEO DNS dan NEO CDN yang berjalan pada CPU AMD Epyc sebagai alternatif bagi layanan yang saat ini didominasi oleh Cloudflare.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News