Menariknya, pilihan tablet di kelas harga Rp1 jutaan kini semakin beragam. Beberapa model bahkan sudah menawarkan layar besar, baterai berkapasitas tinggi, hingga performa yang cukup untuk kebutuhan produktivitas harian seperti mengetik dokumen, mengikuti rapat online, membuka banyak tab browser, hingga mengelola file berbasis cloud.
Bagi pengguna yang sedang mencari tablet murah untuk bekerja atau belajar, Xiaomi Redmi Pad SE, itel VistaTab 30, dan Advan Sketsa 3 menjadi tiga model yang cukup menarik untuk dipertimbangkan pada Juni 2026.
Redmi Pad SE
Di segmen tablet terjangkau, Redmi Pad SE masih menjadi salah satu perangkat yang paling sering direkomendasikan. Salah satu alasannya adalah kombinasi antara layar besar dan platform perangkat lunak yang relatif matang.Tablet ini mengusung panel 11 inci dengan refresh rate 90Hz yang membuat aktivitas scrolling dokumen, membaca artikel, hingga berpindah antar aplikasi terasa lebih mulus dibanding layar 60Hz biasa.
Untuk performa, Redmi Pad SE ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 680 berbasis proses fabrikasi 6nm. Chip ini memang bukan ditujukan untuk gaming berat, tetapi cukup stabil untuk aktivitas harian seperti Google Docs, Microsoft Office, Google Meet, Zoom, hingga multitasking ringan.
Tablet ini juga dibekali baterai 8.000mAh yang menjadi salah satu kapasitas terbesar di kelasnya. Dengan penggunaan normal untuk pekerjaan dan belajar, daya tahan baterainya mampu menemani aktivitas sepanjang hari tanpa perlu sering mencari colokan listrik.
Di pasar Indonesia pada Juni 2026, Redmi Pad SE varian RAM 4GB dan penyimpanan 128GB umumnya dipasarkan di kisaran Rp1,8 juta hingga Rp1,9 juta.
itel VistaTab 30
Bagi pengguna yang memiliki dana lebih terbatas, itel VistaTab 30 menjadi salah satu pilihan yang layak dilirik.Tablet ini membawa layar 10,1 inci yang cukup luas untuk membaca e-book, mengedit dokumen, hingga mengikuti kelas atau rapat virtual. Ukuran layar tersebut juga membuat pengalaman mengetik menggunakan keyboard virtual terasa lebih nyaman dibanding smartphone.
Perangkat ini menggunakan chipset octa-core entry-level yang difokuskan untuk menjalankan aplikasi produktivitas ringan. Karena itu, VistaTab 30 lebih cocok digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti browsing, email, aplikasi perkantoran, dan konsumsi konten multimedia.
Baterai berkapasitas 6.000mAh menjadi bekal utama untuk menunjang mobilitas pengguna sepanjang hari.
Dengan harga yang berada di rentang Rp1,4 juta hingga Rp1,6 juta, VistaTab 30 menjadi salah satu tablet paling terjangkau bagi pengguna yang membutuhkan perangkat kerja dasar tanpa harus mengeluarkan dana besar.
Advan Sketsa 3
Jika fokus utama adalah produktivitas, Advan Sketsa 3 menawarkan pendekatan yang berbeda dibanding dua pesaingnya.Tablet ini hadir dengan stylus pen dan keyboard case yang sudah termasuk dalam paket penjualan. Kehadiran dua aksesori tersebut membuat pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk mengubah tablet menjadi perangkat yang lebih siap digunakan untuk mengetik maupun mencatat.
Advan membekali Sketsa 3 dengan chipset Unisoc T606 octa-core yang dipadukan RAM 4GB. Konfigurasi tersebut cukup untuk menjalankan aplikasi perkantoran, membuka dokumen, mengikuti rapat daring, hingga melakukan multitasking ringan.
Layarnya berukuran 10,1 inci dan ditopang baterai 6.000mAh untuk menunjang penggunaan harian.
Dengan harga sekitar Rp1,9 juta, Advan Sketsa 3 menjadi salah satu opsi paling menarik bagi pengguna yang membutuhkan paket lengkap untuk produktivitas sejak hari pertama penggunaan.
Mana yang Paling Layak Dibeli?
Jawabannya bergantung pada kebutuhan. Redmi Pad SE menjadi pilihan paling seimbang berkat layar 11 inci 90Hz, chipset Snapdragon 680, dan baterai 8.000mAh yang unggul untuk penggunaan jangka panjang.Sementara itu, itel VistaTab 30 lebih cocok bagi pengguna yang mengutamakan harga terjangkau dan hanya membutuhkan tablet untuk tugas-tugas dasar.
Di sisi lain, Advan Sketsa 3 menawarkan nilai tambah melalui keyboard case dan stylus pen yang sudah tersedia dalam paket penjualan, menjadikannya pilihan menarik untuk mengetik dan mencatat tanpa biaya tambahan.
Apapun pilihannya, ketiga tablet tersebut menunjukkan bahwa perangkat di kelas harga Rp1 jutaan kini sudah mampu menangani berbagai kebutuhan kerja dan belajar yang sebelumnya lebih identik dengan laptop.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News