Foto: Canva Code 2.0
Foto: Canva Code 2.0

Canva Code 2.0 Buka Ruang Kebebasan Kreasi di Momen HUT RI

Mohamad Mamduh • 18 Agustus 2026 06:46
Ringkasnya gini..
  • Siapa pun kini dapat membuat situs web, permainan, kuis, hub pembelajaran, hingga formulir digital.
  • Tiga kisah inspiratif dari para guru sekolah dasar menunjukkan bagaimana fitur berbasis AI ini mampu menjawab tantangan nyata di ruang kelas.
  • Saat ini, Canva Code 2.0 telah tersedia dan dapat diakses oleh seluruh pengguna di Indonesia.
Jakarta: Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, platform komunikasi visual terkemuka dunia, Canva, secara resmi membagikan dampak nyata dari inovasi terbarunya, Canva Code 2.0.
 
Fitur pengodean berbasis kecerdasan buatan (AI) ini dirancang khusus untuk memberikan kebebasan penuh bagi masyarakat dalam mewujudkan ide kreatif mereka menjadi pengalaman digital interaktif tanpa memerlukan kemampuan coding sama sekali. Melalui platform ini, siapa pun kini dapat membuat situs web, permainan, kuis, hub pembelajaran, hingga formulir digital dengan metode drag-and-drop yang mudah dan intuitif.
 
Stefani Herlie, Country Manager Canva Indonesia, mengungkapkan rasa antusiasme masyarakat Indonesia. "Kami sangat terinspirasi melihat bagaimana masyarakat mengubah ide-ide sederhana menjadi pengalaman interaktif yang berdampak besar bagi dunia pendidikan, keluarga, dan komunitas sekitar. Menjelang momen kemerdekaan ini, kami ingin merayakan kebebasan berkreasi dan berharap teknologi ini mampu mendorong lebih banyak orang untuk mengeksplorasi potensi kreatif mereka," ujarnya.

Kehadiran Canva Code 2.0 diklaim membawa perubahan di ranah pendidikan dasar di Indonesia. Tiga kisah inspiratif dari para guru sekolah dasar menunjukkan bagaimana fitur berbasis AI ini mampu menjawab tantangan nyata di ruang kelas.
 
Pertama, Setia Wati memanfaatkan Canva Code 2.0 untuk membangun jembatan komunikasi yang lebih kuat antara pihak sekolah dan keluarga. Ia menciptakan sebuah dashboard interaktif yang memantau rutinitas harian siswa, mulai dari bangun pagi, olahraga, membaca, hingga menjaga kebersihan diri.
 
Program yang awalnya hanya diuji coba pada satu kelas ini kini telah diadopsi secara luas di seluruh sekolah, berhasil mencatatkan lebih dari 2.200 data perkembangan dari sekitar 790 siswa.
 
Dampak  juga dirasakan oleh Lise Setiani. Menghadapi tantangan klasik berupa pembuatan materi pembelajaran manual yang berulang setiap tahun ajaran baru, Lise mendesain ulang modulnya menjadi latihan literasi dan numerasi interaktif. Di awal tahun, hanya satu dari 25 siswa di kelasnya yang mampu membaca dan berhitung secara mandiri. Namun, di akhir tahun ajaran, berkat pembelajaran menyenangkan berbasis game dari Canva Code 2.0, sebanyak 21 siswa berhasil menguasai kemampuan dasar tersebut dengan percaya diri.
 
Sementara itu, Rijki Ramdani, seorang pendidik sekaligus pegiat edukasi digital, berhasil mengatasi kerumitan pengelolaan platform digital di sekolahnya. Dengan Canva Code 2.0, Rijki mengintegrasikan berbagai kebutuhan sekolah—mulai dari sistem absensi, laporan berkala perkembangan siswa, materi pembelajaran agama, hingga game edukatif—ke dalam satu pusat pembelajaran digital yang terpadu dan mudah diakses oleh guru, siswa, maupun orang tua.
 
Saat ini, Canva Code 2.0 telah tersedia dan dapat diakses oleh seluruh pengguna di Indonesia, baik pengguna layanan Canva Gratis, Pro, Business, Perusahaan, hingga akun Pendidikan.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA