YouTube menaikkan syarat monetisasi iklan mulai tahun 2027. Kreator baru butuh 8.000 jam tayang atau 20 juta views Shorts.
YouTube menaikkan syarat monetisasi iklan mulai tahun 2027. Kreator baru butuh 8.000 jam tayang atau 20 juta views Shorts.

YouTube Perketat Syarat Monetisasi Kreator

Lufthi Anggraeni • 11 Agustus 2026 08:46
Ringkasnya gini..
  • YouTube menggandakan syarat monetisasi iklan menjadi 8.000 jam tayang atau 20 juta views Shorts.
  • Aturan baru berlaku bagi kreator baru mulai tanggal 1 Februari 2027, sementara syarat 1.000 subscriber tetap.
  • Kreator lama juga harus memenuhi syarat aktivitas agar tetap memperoleh pendapatan melalui YouTube Partner Program.
Jakarta: YouTube akan memperketat persyaratan bagi kreator baru untuk mendapatkan bagian dari pendapatan iklan melalui YouTube Partner Program (YPP). Mulai tanggal 1 Februari 2027, kreator yang ingin memenuhi syarat monetisasi iklan harus mencapai jumlah jam tayang atau penayangan Shorts lebih tinggi dibandingkan ketentuan saat ini.
 
Mengutip Engadget, perubahan tersebut terutama meningkatkan ambang batas performa konten, sementara jumlah minimum subscriber tetap sama. Kebijakan baru menjadi langkah YouTube dalam menyesuaikan sistem monetisasi dengan perkembangan ekosistem kreator, terutama setelah popularitas video berdurasi pendek semakin meningkat.
 
Saat ini, kreator yang ingin mendapatkan bagi hasil pendapatan iklan melalui YPP harus memiliki sedikitnya 1.000 subscriber serta memenuhi salah satu dari dua syarat, yakni 4.000 jam tayang video dalam 12 bulan terakhir atau 10 juta penayangan Shorts dalam 90 hari terakhir.

Syarat Jam Tayang dan Shorts Digandakan

Mulai tanggal 1 Februari 2027, kreator baru harus memiliki sedikitnya 1.000 subscriber serta memenuhi salah satu dari dua persyaratan baru. Pilihan pertama adalah memperoleh 8.000 jam tayang yang memenuhi syarat dalam 12 bulan terakhir. 

Pilihan kedua adalah mencapai 20 juta penayangan Shorts yang memenuhi syarat dalam 90 hari terakhir. Dengan demikian, ambang batas jam tayang untuk video berdurasi panjang meningkat dua kali lipat dari 4.000 menjadi 8.000 jam. 
 
Sementara itu, persyaratan penayangan Shorts juga naik dari 10 juta menjadi 20 juta dalam periode 90 hari. Jumlah subscriber tidak mengalami perubahan dan tetap berada di angka 1.000. Artinya, perubahan utama terletak pada tuntutan performa konten setelah kreator mencapai basis subscriber tersebut.
 
Ketentuan ini berlaku untuk kreator baru yang ingin masuk ke tingkat YPP dengan akses terhadap bagi hasil iklan. YouTube sebelumnya juga memiliki tingkat akses lebih awal ke YPP dengan ambang lebih rendah, yakni 500 subscriber, 3.000 jam tayang video berdurasi panjang atau 3 juta penayangan Shorts.
 
Namun tingkat tersebut memberikan akses ke fitur seperti fan funding dan promosi produk, bukan bagi hasil iklan utama. Bagi kreator Shorts, perubahan tersebut menjadi tantangan lebih besar karena mereka harus menghasilkan jumlah penayangan yang sangat tinggi dalam periode relatif singkat. 
 
YouTube juga menetapkan kreator Shorts harus mempertahankan 10 juta penayangan dalam 90 hari untuk terus memperoleh pendapatan dari Shorts Creators Pool. Jika jumlah tersebut tidak tercapai, kreator tidak langsung dikeluarkan dari YPP, tetapi pendapatan dari pool tersebut akan dihentikan untuk periode 90 hari tersebut.
 
YouTube Perketat Syarat Monetisasi Kreator

Kreator Lama Juga Hadapi Aturan Aktivitas

Perubahan tidak hanya menyasar calon anggota baru. Kreator yang sudah bergabung dalam YPP juga akan menghadapi persyaratan aktivitas baru mulai tahun depan. YouTube menetapkan kreator harus mempertahankan sedikitnya 1.000 jam tayang dalam setahun atau 1 juta penayangan Shorts. 
 
Kreator juga dapat mempertahankan statusnya dengan lebih aktif mengunggah konten, yakni menerbitkan sedikitnya dua video berdurasi panjang atau lima Shorts dalam periode 90 hari. YouTube juga akan mengeluarkan kreator dari program apabila tidak mengunggah konten setidaknya selama enam bulan. 
 
Kebijakan tersebut menekankan pentingnya aktivitas berkelanjutan, bukan hanya pencapaian performa sesaat. Langkah ini berkaitan dengan perubahan karakter ekosistem kreator YouTube. Pada tahun 2025, YouTube menyebut terdapat sekitar 3 juta channel dalam YPP, dengan sekitar 700.000 di antaranya bergabung dalam tiga tahun sebelumnya. 
 
YouTube juga mengatakan telah membayar sekitar USD70 miliar (Rp1.246,1 triliun) kepada kreator, artis, dan perusahaan media selama tiga tahun. Menurut YouTube, perkembangan ekosistem kreator serta karakter penayangan Shorts yang sangat fluktuatif menjadi pertimbangan dalam perubahan persyaratan tersebut. 
 
Platform ingin sistem monetisasi lebih memberikan penghargaan kepada kreator yang mampu mempertahankan penayangan dan keterlibatan audiens secara konsisten, bukan hanya mengandalkan satu konten viral.

YouTube Tetap Perluas Sumber Pendapatan Kreator

Kendati memperketat akses menuju bagi hasil iklan, YouTube tetap mengembangkan sejumlah jalur monetisasi lain bagi kreator. Program YPP sendiri tidak hanya menyediakan pendapatan dari iklan, tetapi juga fitur seperti membership, Super Chat, penjualan produk, serta pembagian pendapatan dari YouTube Premium.
 
YouTube juga terus mengembangkan fitur perdagangan dan kerja sama merek. Pada tahun 2025, misalnya, perusahaan memperluas YouTube Shopping dan memperkenalkan berbagai fitur untuk mempertemukan kreator dengan pengiklan serta membantu pengelolaan kerja sama brand.
 
Perubahan persyaratan YPP dengan demikian tidak berarti YouTube menutup seluruh jalur monetisasi bagi kreator baru. Namun, kreator yang menargetkan pendapatan langsung dari iklan harus memenuhi standar performa lebih tinggi mulai 2027.
 
Bagi kreator baru, kebijakan tersebut membuat perjalanan menuju monetisasi iklan menjadi lebih panjang. Mereka tidak cukup hanya membangun jumlah subscriber, tetapi juga perlu mempertahankan performa konten agar dapat mencapai ambang jam tayang atau penayangan Shorts.
 
Sementara itu, kreator yang sudah berada dalam YPP perlu memperhatikan persyaratan aktivitas baru agar tetap dapat memperoleh pendapatan. YouTube pada akhirnya mengarahkan sistem monetisasinya kepada kreator dengan aktivitas dan keterlibatan audiens yang lebih konsisten.
 
Dengan aturan baru tersebut, persaingan untuk mendapatkan bagian dari pendapatan iklan YouTube diperkirakan menjadi semakin ketat. Kreator perlu membangun audiens sekaligus mempertahankan performa konten secara berkelanjutan untuk memenuhi standar monetisasi platform.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA