Penipuan ini melibatkan situs web palsu yang secara meyakinkan meniru platform fandom resmi BTS, Weverse. Situs-situs tiruan ini terlihat menjual tiket keanggotaan klub penggemar, memanfaatkan antusiasme penggemar yang tinggi.
Namun, ditegaskan bahwa situs-situs ini sama sekali tidak memiliki afiliasi dengan HYBE, BTS, atau Weverse. Tujuan tunggalnya adalah untuk menipu penggemar yang tidak menaruh curiga agar melakukan pembelian yang pada akhirnya tidak akan pernah terwujud.
Kerugian yang ditanggung korban tidak hanya sebatas kehilangan uang dari pembelian awal tiket palsu. Individu juga berisiko menghadapi kerugian finansial yang jauh lebih besar karena penipu dapat memanfaatkan kredensial keuangan yang dicuri untuk memperluas kampanye penipuan mereka.
Lebih lanjut, penelitian Kaspersky terbaru mengungkapkan bahwa data pribadi yang dikumpulkan melalui situs phishing ini bahkan dapat dijual di dark web. Kredensial yang bocor ini memungkinkan penjahat siber menciptakan berbagai penipuan yang sangat personal, mengubah korban yang awalnya hanya sekali menjadi target jangka panjang untuk penipuan finansial dan identitas.
Adrian Hia, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky, menyoroti bahwa masa antusiasme menjelang konser selebriti secara ironis menciptakan peluang ideal bagi penjahat siber. Menurutnya, perasaan gembira dan urgensi seringkali mengesampingkan rasa waspada dan mengurangi kecenderungan individu untuk mengobservasi.
"Saat kita memasuki tahun 2026 dengan banyaknya konser pop yang direncanakan di kawasan Asia Pasifik, sangat penting bagi kita untuk berhati-hati dan mengambil langkah proaktif dalam melindungi diri kita dari penipuan ini, terutama karena AI terus meningkatkan kemampuan penipuan mereka," tambah Hia.
Untuk memastikan keamanan, Kaspersky menyarankan langkah-langkah pencegahan berikut:
1. Verifikasi Keaslian Toko Online: Selalu periksa kembali URL, ejaan nama merek, dan pastikan situs tersebut adalah pengecer atau mitra resmi sebelum melakukan pembelian.
Gunakan Metode Pembayaran Tepercaya: Pilih metode pembayaran yang terjamin keamanannya saat bertransaksi online.
2. Terapkan Solusi Keamanan Andalan: Gunakan solusi keamanan seperti Kaspersky Premium, yang dirancang untuk mendeteksi halaman berbahaya dan memblokir upaya phishing.
3. Aktifkan Otentikasi Multi-Faktor (2FA): Aktifkan 2FA untuk layanan pembayaran dan perbankan online, serta periksa laporan rekening bank secara berkala untuk setiap transaksi yang mencurigakan.
4. Jelajahi dengan Aman: Pastikan penjelajahan yang aman dengan layanan yang dapat melindungi alamat IP dan mencegah kebocoran data.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News