Kaspersky menjelaskan bahwa video GRWM umumnya menampilkan aktivitas sederhana, dari persiapan berangkat ke sekolah, rutinitas perawatan kulit, hingga penggunaan produk favorit. Kendati terlihat tidak berbahaya, sejumlah detail yang terekam dalam video berpotensi memberikan informasi mengenai kehidupan pribadi pembuat konten.
Informasi tersebut tidak selalu berupa data sensitif yang disampaikan secara langsung. Seragam sekolah, logo pada tas, pemandangan dari jendela, jalan yang terlihat di latar belakang, hingga nama teman yang disebutkan dalam percakapan dapat menjadi petunjuk mengenai identitas dan aktivitas anak.
Saat dikumpulkan dan dianalisis secara bersamaan, detail tersebut berpotensi mengungkapkan lokasi sekolah, tempat yang sering dikunjungi, lingkungan pergaulan, hingga pola rutinitas harian. Kaspersky menilai fenomena tersebut sebagai bentuk berbagi informasi berlebihan atau oversharing di era digital.
Anak-anak mungkin tidak secara langsung mengunggah alamat rumah maupun nomor telepon, tetapi tanpa disadari meninggalkan potongan informasi yang dapat dikombinasikan untuk membangun gambaran lebih lengkap mengenai kehidupan mereka.

Jejak Digital Berpotensi Dimanfaatkan Penjahat Siber
Kaspersky menjelaskan bahwa jejak digital mencakup seluruh informasi yang ditinggalkan seseorang saat beraktivitas di internet. Informasi tersebut dapat berasal dari unggahan, komentar, profil media sosial, pesan, data lokasi, maupun aktivitas digital lainnya.Saat informasi sudah tersedia secara publik, pengguna sering kali kehilangan kendali terhadap bagaimana data tersebut digunakan kembali. Foto yang awalnya dibagikan kepada teman, misalnya, dapat disalin, diunggah ulang, atau digabungkan dengan informasi lain yang tersedia di internet.
Nama pengguna juga dapat menjadi penghubung menuju akun pada platform lain. Sementara itu, akun lama yang sudah jarang digunakan berpotensi menyimpan informasi pribadi yang bahkan tidak lagi diingat pemiliknya.
Menurut Kaspersky, kondisi tersebut dapat dimanfaatkan penjahat siber untuk menyusun serangan yang lebih meyakinkan. Informasi yang diperoleh dari profil publik dapat digunakan untuk membuat pesan phishing, menyamar sebagai orang yang dikenal korban, maupun membangun profil palsu.
Detail sederhana seperti hobi favorit, nama sekolah, atau rencana kegiatan mendatang dapat membuat pesan penipuan terlihat lebih relevan dan meyakinkan bagi penerimanya. Risiko ini menunjukkan bahwa keamanan digital anak tidak hanya berkaitan dengan informasi yang sengaja dibagikan, tetapi juga konteks yang muncul dalam foto maupun video.
Cyber Literacy Projects Lead di Kaspersky Andrey Sidenko menekankan bahwa anak-anak tidak selalu memiliki kendali terhadap seberapa luas konten mereka tersebar di internet.
"Anak-anak saat ini tidak selalu bisa memilih kapan mereka menjadi terlihat oleh publik secara online. Sebuah video yang dibuat untuk audiens terbatas bisa saja tiba-tiba menjangkau ribuan orang," ujar Sidenko.
Ia menilai edukasi keamanan digital perlu melampaui anjuran konvensional untuk berpikir sebelum mengunggah konten. Anak-anak juga perlu memahami cara mengelola jejak digital, menjaga privasi, dan merespons saat konten mereka menjangkau audiens yang lebih luas dari perkiraan.
Lima Cara Melindungi Jejak Digital Anak
Untuk membantu keluarga menghadapi risiko tersebut, Kaspersky membagikan lima langkah yang dapat diterapkan orang tua bersama anak dalam mengelola informasi pribadi di internet.Melihat Konten dari Perspektif Orang Lain
Sebelum mengunggah video, anak-anak disarankan mempertimbangkan informasi yang dapat diketahui orang asing dari konten tersebut. Evaluasi tidak hanya berfokus pada video menarik untuk dibagikan, tetapi juga memperhatikan detail yang mungkin mengungkapkan identitas maupun aktivitas pribadi.Misalnya, jalan yang terlihat di belakang video, jadwal kegiatan yang disebutkan dalam percakapan, atau nama teman yang muncul secara tidak sengaja. Kaspersky menekankan pentingnya membangun kebiasaan meninjau konten sebelum dipublikasikan.
Langkah ini membantu anak memahami bahwa jejak digital tidak hanya terbentuk melalui informasi yang sengaja dibagikan, tetapi juga konteks yang menyertainya. Sebagai dukungan edukasi, Kaspersky menyediakan kursus Cyberhygiene untuk membantu pengguna mempelajari perlindungan informasi pribadi, mengenali perilaku mencurigakan, dan mengambil keputusan yang lebih aman saat beraktivitas secara online.
Memeriksa Jejak Digital Secara Berkala
Kaspersky menganjurkan anak-anak dan orang tua untuk secara rutin memeriksa informasi pribadi yang telah tersedia secara publik di internet. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan mencari nama lengkap, nama panggilan, alamat email, serta profil media sosial.Akun lama yang sudah tidak digunakan juga perlu ditinjau untuk mengetahui akun tersebut masih menyimpan informasi pribadi. Langkah tersebut dapat membantu keluarga menemukan data yang sudah tidak relevan, profil yang terlupakan, maupun akun lama yang masih berkontribusi terhadap jejak digital anak.
Kaspersky mengingatkan bahwa menghapus seluruh jejak digital secara menyeluruh merupakan hal yang mustahil. Meski demikian, jumlah informasi yang tersedia dapat dikurangi dan dikelola secara bertahap.
Perusahaan juga menyediakan materi Alfabet Keamanan Siber Kaspersky untuk memperkenalkan konsep dasar keamanan digital, kebersihan siber, serta kebiasaan berinternet yang aman kepada pengguna berusia muda.
Membatasi Informasi Pribadi yang Dibagikan
Banyak layanan digital meminta pengguna memberikan berbagai informasi pribadi saat membuat akun atau menggunakan fitur tertentu. Permintaan tersebut dapat mencakup akses lokasi, daftar kontak, foto, maupun data lainnya.Namun, anak-anak dan remaja belum tentu memahami alasan aplikasi membutuhkan informasi tersebut. Kaspersky menyarankan keluarga mendiskusikan kebutuhan pemberian data sebelum mengisi formulir, membuat profil, atau mengaktifkan izin akses aplikasi.
Anak perlu dibiasakan mempertanyakan informasi yang diminta benar-benar diperlukan untuk menggunakan layanan tersebut. Dengan membatasi data yang dibagikan, keluarga dapat mengurangi jumlah informasi pribadi yang tersedia di internet sekaligus menekan potensi risiko apabila akun atau layanan digital disalahgunakan.
Meninjau Pengaturan Privasi Secara Rutin
Pengaturan privasi pada akun digital tidak cukup dilakukan sekali saat akun pertama kali dibuat. Kaspersky menjelaskan bahwa platform digital dapat mengubah fitur maupun pengaturan bawaannya dari waktu ke waktu.Di sisi lain, anak-anak juga mungkin mulai menggunakan layanan baru atau meningkatkan aktivitas mereka di internet. Karena itu, keluarga disarankan memeriksa secara berkala pengguna yang dapat melihat unggahan, menghubungi anak, serta mengakses informasi yang ditampilkan pada profil.
Kaspersky menyediakan Privacy Checker untuk membantu pengguna memahami dan menyesuaikan pengaturan privasi pada berbagai platform populer. Selain itu, Kaspersky Premium menawarkan perlindungan perangkat terhadap ancaman online, termasuk upaya phishing dan berkas berbahaya yang berpotensi membahayakan informasi pribadi.
Sementara itu, Kaspersky Safe Kids dapat membantu orang tua mengelola durasi penggunaan perangkat atau screen time, menyaring konten yang tidak sesuai, menggunakan fitur Safe Search, serta memanfaatkan fasilitas berbagi lokasi.
Penggunaan fitur tersebut juga diharapkan dapat mendukung komunikasi terbuka antara orang tua dan anak mengenai aktivitas digital mereka.
Menghapus Informasi yang Tidak Lagi Relevan
Seiring bertambahnya usia, minat, kebiasaan, dan lingkungan pergaulan anak dapat berubah. Namun, informasi yang pernah dibagikan di internet tidak selalu ikut berubah atau menghilang. Profil lama, akun yang tidak digunakan, unggahan terdahulu, hingga langganan layanan digital dapat tetap menjadi bagian dari jejak digital seseorang.Kaspersky menyarankan keluarga melakukan pembersihan informasi digital secara berkala, termasuk meninjau dan menghapus konten yang sudah tidak relevan. Langkah tersebut dapat membantu anak memahami bahwa kehadiran mereka di dunia digital merupakan sesuatu yang perlu dikelola secara berkelanjutan.
Melalui pendekatan ini, anak-anak diharapkan mampu membangun kesadaran mengenai pentingnya perlindungan informasi pribadi sejak dini, tanpa harus sepenuhnya menghindari aktivitas kreatif di internet.
Kaspersky menekankan bahwa edukasi keamanan digital menjadi bagian penting dalam membantu anak menghadapi perkembangan media sosial. Dengan pemahaman mengenai jejak digital dan pengelolaan privasi, keluarga dapat membantu mengurangi risiko yang muncul dari aktivitas berbagi konten sehari-hari, termasuk tren GRWM.