Samsung membentuk divisi RX (Robotics eXperience) untuk mempercepat pengembangan robot industri dan humanoid sebagai mesin pertumbuhan bisnis baru.
Samsung membentuk divisi RX (Robotics eXperience) untuk mempercepat pengembangan robot industri dan humanoid sebagai mesin pertumbuhan bisnis baru.

Samsung Bentuk Divisi RX, Perkuat Strategi Bisnis Robotika

Lufthi Anggraeni • 22 Juli 2026 09:38
Ringkasnya gini..
  • Samsung membentuk divisi RX untuk mempercepat pengembangan dan komersialisasi teknologi robotika.
  • Divisi baru dipimpin Lee Dongkun dan akan fokus pada robot industri serta robot humanoid.
  • Samsung juga akan membangun pusat riset robotika di AS, Tiongkok, dan Jepang untuk memperkuat inovasi global.
Jakarta: Samsung Electronics mengumumkan pembentukan divisi baru bernama RX (Robotics eXperience) sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menjadikan robotika sebagai mesin pertumbuhan bisnis di masa depan.
 
Mengutip GSM Arena, unit baru tersebut akan berada langsung di bawah pengawasan CEO Samsung Electronics dan bertugas mempercepat pengembangan teknologi, komersialisasi produk, serta memperkuat daya saing perusahaan di sektor robotika.
 
Langkah ini menandai komitmen Samsung untuk memperluas portofolio bisnisnya di luar perangkat elektronik konsumen dan semikonduktor. Sebagai informasi, pembentukan divisi RX diumumkan pada tanggal 21 Juli 2026.

Samsung menyatakan unit tersebut akan mengoordinasikan strategi robotika jangka menengah dan panjang, mengembangkan teknologi inti, serta memperluas kapasitas riset baik di Korea Selatan maupun di pasar internasional.
 
Dengan menempatkan divisi ini langsung di bawah CEO, Samsung berharap proses pengambilan keputusan dapat berlangsung lebih cepat sehingga pengembangan produk robot dapat dipercepat. Samsung menunjuk Lee Dongkun, Executive Vice President Samsung Electronics, sebagai pemimpin Robotics Strategy Team di bawah divisi RX.
 
Sebelum bergabung dengan Samsung, Lee dikenal memiliki pengalaman memimpin strategi robotika di Hyundai Motor Group, termasuk menangani arah pengembangan perusahaan robotika Boston Dynamics setelah diakuisisi Hyundai.
 
Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat ambisi Samsung di bidang robotika. Selain memperkuat jajaran manajemen, Samsung juga menggandeng akademisi untuk meningkatkan kemampuan riset.
 
Samsung merekrut Profesor Kim Hyun-jin dari Seoul National University yang memiliki keahlian pada sistem robot otonom serta Profesor Kim Eui-kyeom dari Ajou University yang berfokus pada teknologi tangan robot dan manipulasi objek.
 
Langkah ini menunjukkan bahwa Samsung tidak hanya mengejar pengembangan produk, tetapi juga membangun fondasi teknologi robotika jangka panjang. Pada tahap awal, Samsung akan memanfaatkan divisi RX untuk mengembangkan robot industri yang dapat diterapkan di fasilitas produksi milik perusahaannya.
 
Samsung menargetkan seluruh pabrik Samsung secara bertahap berkembang menjadi pabrik otonom AI atau AI autonomous factories, sebelum solusi tersebut dipasarkan kepada pelanggan bisnis. Di sisi lain, Samsung juga terus mengembangkan robot humanoid.
 
Sebelumnya, perusahaan asal Korea Selatan ini menyampaikan target untuk menghadirkan hasil nyata dalam bisnis robot humanoid pada tahun 2026. Robot tersebut diproyeksikan membantu meningkatkan produktivitas di lingkungan manufaktur sebelum kemudian diperluas ke sektor rumah tangga maupun ritel. 
 
Samsung menilai kemajuan teknologi physical AI membuat robot semakin layak diterapkan dalam berbagai skenario penggunaan. Karena itu, perusahaan ingin memanfaatkan pengalaman operasional di fasilitas manufaktur sebagai sumber data nyata untuk melatih kemampuan robot agar semakin presisi dan adaptif terhadap berbagai kondisi kerja.
 
Sementara itu sebagai bagian dari strategi ekspansi, Samsung berencana membangun pusat penelitian robotika di Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang. Ketiga negara tersebut dipilih karena memiliki ekosistem riset robotika yang berkembang pesat.
 
Melalui pusat riset tersebut, Samsung berharap dapat memanfaatkan talenta lokal sekaligus mempercepat kolaborasi dengan institusi penelitian maupun perusahaan teknologi di masing-masing negara.
 
Pendekatan ini juga diharapkan mempercepat pengembangan teknologi robot yang mampu bersaing di pasar global. Pembentukan divisi RX melanjutkan berbagai langkah Samsung dalam memperkuat bisnis robotika.
 
Sebelumnya, Samsung telah menyatakan terbuka terhadap investasi maupun akuisisi perusahaan robotika untuk mempercepat pengembangan teknologi. Samsung juga telah meningkatkan keterlibatannya di industri robot melalui investasi strategis pada perusahaan robotika Korea Selatan.
 
Analis menilai langkah tersebut mencerminkan perubahan fokus Samsung yang mulai melihat robotika sebagai salah satu pilar bisnis masa depan di samping semikonduktor, perangkat mobile, dan elektronik konsumen.
 
Persaingan di sektor ini juga semakin ketat dengan hadirnya berbagai pemain global yang mengembangkan robot humanoid maupun robot industri berbasis AI. Dengan membentuk divisi khusus, Samsung berharap dapat mengintegrasikan berbagai proyek robotika yang sebelumnya tersebar di beberapa unit bisnis menjadi satu organisasi lebih terkoordinasi.
 
Strategi tersebut diharapkan mempercepat proses riset, pengembangan, hingga komersialisasi teknologi robot dalam beberapa tahun mendatang.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA