Foto: Ant Intenational
Foto: Ant Intenational

AI dan Inklusi Sebagai Kunci Re-Globalisasi bagi UMKM

Mohamad Mamduh • 02 November 2026 21:08
Ringkasnya gini..
  • Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peluang besar untuk mengambil peran yang lebih signifikan.
  • Ant International memperkenalkan model prediksi transaksi valuta asing Falcon TST FX dengan akurasi di atas 93 persen.
  • Biaya teknologi yang semakin terjangkau akan mendorong demokratisasi akses ekonomi secara lebih luas.
Jakarta: Di tengah fragmentasi ekonomi global dan pesatnya perkembangan teknologi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peluang besar untuk mengambil peran yang lebih signifikan dalam perdagangan internasional. CEO Ant International, Peng Yang, menyerukan inisiatif re-globalisasi baru yang inklusif dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan konektivitas digital guna membuka akses pasar global yang setara bagi UMKM.

Pernyataan tersebut disampaikan Yang dalam panel “Investing in AI for an Inclusive Digital Future” pada ajang World Investment Forum 2026 yang diselenggarakan oleh United Nations Trade and Development (UNCTAD).
 

Inklusi dan Keterbatasan Globalisasi 1.0

Menurut Yang, era globalisasi sebelumnya terpusat pada korporasi besar, sementara UMKM yang mencakup lebih dari 90 persen bisnis di dunia kerap tertinggal akibat keterbatasan teknologi, talenta, dan sumber daya.

Data World Trade Report 2024 dari WTO mencatat baru 8 persen perusahaan kecil dan 15 persen perusahaan menengah yang melakukan ekspor secara langsung, dibandingkan 30 persen pada perusahaan besar. Kesenjangan adopsi AI semakin memperlebar jarak ini, dengan survei OECD 2025 menunjukkan 52 persen perusahaan besar telah mengadopsi AI, sementara perusahaan kecil baru mencapai 17,4 persen.

“Globalisasi 1.0 sebagian besar memberikan manfaat bagi perusahaan besar, sementara banyak UMKM hanya memiliki sedikit kesempatan untuk berpartisipasi dalam perekonomian global,” ujar Yang. “Inklusi sangat penting bagi re-globalisasi, dan AI akan mempercepatnya dengan membuka akses yang setara terhadap peluang.”

Ant International mencatat pertumbuhan pesat pada pelaku usaha kecil yang memanfaatkan inovasi digital. Dalam tiga tahun terakhir, perusahaan telah melayani lebih dari 1 juta pedagang kecil baru di 54 pasar global. Melalui penyediaan solusi berbasis AI terintegrasi (full-stack AI-native), volume transaksi lintas negara UMKM yang dilayani Ant International tumbuh sekitar 50 persen setiap tahunnya, atau setara 10 kali lipat dari tingkat pertumbuhan total volume perdagangan global.

“Dalam tiga tahun terakhir, kami melihat pertumbuhan UMKM yang sangat pesat ketika inovasi bertemu dengan inklusi,” ungkap Yang. “Ketika kami menawarkan solusi berbasis AI yang komprehensif dan terintegrasi (full-stack AI-native) kepada mereka, volume transaksi lintas negara UMKM di seluruh lini bisnis kami tumbuh sekitar 50% setiap tahun, atau 10 kali lipat dari tingkat pertumbuhan total volume perdagangan global.”

Guna mengatasi hambatan operasional, Ant International memperkenalkan model prediksi transaksi valuta asing Falcon TST FX dengan akurasi di atas 93 persen, agen bisnis AI WorldFirst Autopilot dan Antom Autopilot, hingga solusi pemasaran AI Alipay+. Di Bali, Indonesia, promosi pemasaran AI Alipay+ berhasil meningkatkan Total Payment Volume (TPV) merek perawatan kulit lokal sebesar 137 persen serta meningkatkan jumlah pesanan hingga 140 persen.
 

Membangun Kepercayaan dan Keamanan Transaksi AI

Kendati AI menawarkan efisiensi tinggi, Yang menegaskan bahwa aspek keamanan dan tata kelola yang bertanggung jawab menjadi pondasi utama, terutama ketika agen AI mulai mengelola operasional keuangan.

“Kepercayaan adalah hal yang paling utama dalam layanan pembayaran dan keuangan, dan perannya menjadi semakin penting di era AI,” tegas Yang. “Kita perlu bekerja sama erat dengan organisasi internasional dan regulator untuk mengembangkan kerangka kerja yang tepat, sekaligus membangun sistem perlindungan yang memungkinkan pelaku usaha memanfaatkan agen AI dengan aman.”

Untuk mewujudkan hal tersebut, Ant International berkolaborasi dengan Infocomm Media Development Authority di Singapura, Monetary Authority of Singapore melalui inisiatif BuildFin.ai, serta Visa dan Mastercard untuk interoperabilitas Know Your Agent (KYA). Di samping itu, peluncuran Antom AgentSafePay dihadirkan untuk memverifikasi niat pembelian secara real-time dan memberikan jaminan perlindungan terhadap risiko serangan prompt injection berbahaya pada agen AI.

Yang meyakini bahwa biaya teknologi yang semakin terjangkau akan mendorong demokratisasi akses ekonomi secara lebih luas. “Kami percaya pada masa depan di mana new normal dari Globalisation tidak akan meninggalkan siapa pun. Ketika inovasi bertemu dengan inklusi, semua orang dapat mengejar peluang mereka seperti yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar di masa lalu,” tutup Yang.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA