Pengenalan solusi NetApp Novus
Pengenalan solusi NetApp Novus

NetApp Novus Ingin Bantu Maksimalkan GPU di Infrastruktur AI

Mohamad Mamduh • 13 Oktober 2026 13:11
Ringkasnya gini..
  • Dibangun untuk mendukung sistem file berskala zettabyte, memungkinkan AI factory menyuplai data secara berkelanjutan ke jutaan GPU.
  • Rilis awal Novus mengintegrasikan perangkat lunak metadata Novus Data Director—yang berjalan pada infrastruktur Supermicro yang telah terkualifikasi.
  • Pembeda sejati dalam era AI bukan hanya terletak pada GPU, utamanya pada pengelolaan dan pemanfaatan data.
Jakarta: Perusahaan infrastruktur kecerdasan data, NetApp, resmi mengumumkan peluncuran Novus, sebuah solusi penyimpanan data generasi berikutnya yang dirancang khusus untuk penyedia infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan lingkungan GPU berskala masif.

Arsitektur baru ini dibangun untuk mendukung sistem file berskala zettabyte, memungkinkan AI factory menyuplai data secara berkelanjutan ke jutaan GPU. Langkah inovatif ini diambil guna mengatasi tantangan utama terkait efisiensi, tingkat pemanfaatan, serta imbal hasil investasi pada infrastruktur AI.

Saat ini, penyedia neocloud dan GPU-as-a-Service tengah membangun AI factory pada skala ekstrem yang tidak dirancang untuk didukung oleh arsitektur penyimpanan tradisional. Hambatan dalam penyaluran data kerap menyebabkan tingkat pemanfaatan GPU merosot hingga di bawah 30 persen. Kondisi tersebut memicu pemborosan anggaran infrastruktur serta penurunan produktivitas komputasi AI secara signifikan.

NetApp Novus menjawab permasalahan mendasar tersebut dengan menghadirkan arsitektur generasi berikutnya yang memisahkan pengolahan metadata dari jalur data utama. Melalui pendekatan terdisagregasi ini, kapasitas, tingkat konkurensi, dan kinerja penyimpanan dapat ditingkatkan secara independen di bawah satu namespace menggunakan protokol standar industri NFS.

Rilis awal Novus mengintegrasikan perangkat lunak metadata Novus Data Director—yang berjalan pada infrastruktur Supermicro yang telah terkualifikasi—dengan layanan data NetApp ONTAP melalui sistem AFF A90. Kombinasi ini mampu menghasilkan throughput agregat melampaui 100 terabita per detik (TB/s) dan mendukung ratusan ribu GPU, sembari mempertahankan keandalan layanan data kelas enterprise.

Chief Product Officer NetApp, Syam Nair, menegaskan bahwa ekonomi GPU dan operasional AI factory dapat terganggu apabila penyediaan data tidak mampu mengimbangi kecepatan pemrosesan. Novus hadir untuk menembus batasan skala tersebut serta membuka potensi penuh dari jutaan GPU di Era AI.

Arsitektur Novus diklaim memberikan keunggulan strategis utama bagi para penggunanya dengan mengurangi bottleneck penyimpanan sehingga pasokan data berkecepatan tinggi ke infrastruktur AI tetap terjaga.

Selain itu, solusi ini mendukung miliaran file dan dataset AI raksasa tumbuh dalam satu namespace tanpa menciptakan silo penyimpanan atau kompleksitas operasional, sekaligus memungkinkan operator menskalakan sumber daya secara spesifik guna menekan konsumsi daya, kebutuhan ruang, serta beban biaya infrastruktur.

Vice President & Principal Analyst Moor Insights & Strategy, Mike Leone, menyatakan bahwa Novus mengatasi batasan skala cloud dengan memadukan pengelolaan metadata terdisagregasi dan layanan data berperforma tinggi. Di samping itu, hasil pengujian Omdia menunjukkan skalabilitas performa Novus yang mendekati linear, di mana Chief Analyst Omdia, Tony Palmer, memproyeksikan arsitektur ini sanggup diskalakan hingga tingkat zettascale dengan kapasitas efektif puluhan exabyte.

Dukungan senada disampaikan oleh mitra teknologi seperti Cisco. Senior Vice President & General Manager Cisco Compute, Jeremy Foster, mengungkapkan bahwa pembeda sejati dalam era AI bukan hanya terletak pada GPU, utamanya pada pengelolaan dan pemanfaatan data.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA