Sontak aksi Michael Feng ini mencuri perhatian para audiens. Bukan tanpa alasan Xiaomi 18 Pro Max merupakan smartphone yang menggunakan chipset terbaru Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Chipset ini sendiri baru saja dikenalkan ke publik pada acara Snapdragon Summit 2026 di Hawai pada 22 – 24 September 2026.
Chip terbaru Qualcomm tersebut tidak hanya menggunakan fabrikasi 2nm, tetapi juga menjadi prosesor smartphone pertama yang mampu menembus kecepatan CPU hingga 5GHz.
Kapan Xioami 18 Pro Max Masuk Indonesia?
Dalam sesi tersebut Feng memamerkan Xioami 18 Pro Max berwarna biru tua. Ia memastikan smartphone ini akan masuk ke Indonesia.Sayangnya Feng tidak menjelaskan kapan Xiaomi 18 Pro Max akan meluncur di Tanah Air. Ia mengajak pengguna untuk menunggu informasi lebih lanjut kanal resmi Xiaomi Indonesia.
"Ini pertama kali menujukkan ini Xioami 18 Pro Max di Indonesia. Kapan ini akan hadir di Indonesia? jangan khawatir tetap pantau di kanal resmi Xiaomi," ujarnya.
Country Director Xioami Indonesia Michael Feng memamerkan Xiaomi 18 Pro Max (Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadhan)
Spesifikasi Xioami 18 Pro dan Xioami 18 Pro Max
Xiaomi 18 Pro menjadi perangkat pertama yang resmi menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 6. Sementara itu, Xiaomi 18 Pro Max mendapat varian Extreme, menempatkannya sebagai model dengan konfigurasi chipset lebih tinggi di antara keduanya.
Keduanya menjalankan Xiaomi HyperOS 4, sehingga perbedaan pengalaman perangkat lunak tidak hanya ditentukan oleh sistem operasi, tetapi juga kemampuan hardware masing-masing
Xiaomi memberikan perbedaan ukuran layar cukup jelas. Xiaomi 18 Pro membawa panel LTPO AMOLED 6,4 inci, sedangkan Xiaomi 18 Pro Max menggunakan panel 6,9 inci.
Xiaomi 18 Pro memiliki kapasitas 7.000mAh, sedangkan Xiaomi 18 Pro Max mencapai 8.500mAh. Xiaomi menyebut kapasitas tersebut meningkat masing-masing 11 persen dan 13 persen dibanding generasi sebelumnya.
Baca Juga :
Xiaomi 18 Disebut Bawa Dua Kamera 200MP
Keduanya mendukung 100W wired charging, 50W wireless charging, dan 27W reverse wireless charging. Keduanya juga mendapatkan sertifikasi IP69.
Layar sekunder di bagian belakang tetap dipertahankan, tetapi Xiaomi memperluas fungsinya melalui kemampuan AI. Pengguna dapat membuat mini app sendiri menggunakan bantuan asisten Xiao AI, misalnya aplikasi pengingat minum, timer memasak telur, hingga rekomendasi resep.