Ilustrasi
Ilustrasi

Modernisasi Layanan Imigrasi Thailand Gandeng AWS via Aplikasi THIM

Mohamad Mamduh • 09 Juni 2026 20:04
Ringkasnya gini..
  • Inisiatif strategis ini dirancang untuk melayani sekitar 30 juta turis mancanegara per tahun.
  • Proses pengisian yang biasanya memakan waktu lama kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu tiga menit.
  • Platform ini akan dikembangkan menjadi pusat layanan digital terpadu yang mencakup pemesanan janji temu.
Jakarta: Kantor Imigrasi Thailand memperkenalkan Thailand Immigration Management System yang dikenal sebagai THIM. Platform digital yang mencakup situs web dan aplikasi mobile pertama untuk keimigrasian di Thailand ini dibangun menggunakan teknologi cloud dari Amazon Web Services atau AWS guna melayani jutaan wisatawan dengan lebih efisien.
 
Inisiatif strategis ini dirancang untuk melayani sekitar 30 juta turis mancanegara per tahun dan memperkuat posisi Thailand sebagai destinasi wisata global yang modern setelah Bangkok tercatat sebagai kota dengan jumlah kedatangan tertinggi di dunia pada tahun 2025.
 
Aplikasi THIM yang dikembangkan oleh Digital Identity Co. bertujuan untuk memangkas waktu tunggu di pos pemeriksaan secara signifikan melalui sistem digital. Melalui aplikasi ini, para wisatawan dapat mengisi kartu kedatangan secara mandiri bahkan sebelum mereka mendarat di Thailand.

Proses pengisian yang biasanya memakan waktu lama kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu tiga menit, sehingga menawarkan pengalaman perjalanan yang jauh lebih nyaman dan efisien. Saat ini aplikasi tersebut sudah tersedia dalam beberapa bahasa seperti Inggris, Rusia, Jepang, dan Mandarin, dengan rencana penambahan pilihan bahasa lain dalam beberapa bulan mendatang demi menjangkau lebih banyak wisatawan internasional.
 
Wakil Komisaris Kantor Imigrasi Thailand Pol.Maj.Gen. Pratya Prasarnsuk menyatakan bahwa kehadiran THIM menempatkan Thailand di posisi terdepan dalam transformasi digital layanan imigrasi di wilayah Asia Tenggara.
 
Ia menekankan bahwa adopsi teknologi cloud memungkinkan otoritas terkait untuk mengurangi waktu pemrosesan secara drastis sekaligus memperkuat kapabilitas keamanan nasional pada saat yang bersamaan. Hal senada diungkapkan oleh CEO Digital Identity Co. Natakorn Tanachaihirun yang menegaskan bahwa THIM merupakan awal dari berbagai peluang yang ditawarkan oleh pusat layanan berbasis cloud bagi Kantor Imigrasi.
 
Dalam mendukung operasionalnya, THIM memanfaatkan infrastruktur AWS Asia Pacific Region dengan menggunakan berbagai teknologi canggih untuk verifikasi dokumen dan keamanan data. Sistem ini menggunakan teknologi AI untuk mengekstraksi informasi paspor guna mendukung proses e-KYC serta memanfaatkan layanan komputasi berskala besar untuk memastikan ketersediaan sistem tetap tinggi terutama selama puncak musim liburan.
 
Selain itu, perlindungan data sensitif wisatawan seperti nomor paspor menjadi prioritas utama dengan menerapkan enkripsi menyeluruh dan deteksi ancaman secara berkelanjutan. Kedepannya, platform ini akan dikembangkan menjadi pusat layanan digital terpadu yang mencakup pemesanan janji temu hingga perpanjangan izin tinggal secara elektronik.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA