Paten terbaru Samsung mengungkap konsep smartphone yang dapat berubah menjadi tablet melalui kombinasi teknologi layar lipat dan gulung.
Paten terbaru Samsung mengungkap konsep smartphone yang dapat berubah menjadi tablet melalui kombinasi teknologi layar lipat dan gulung.

Paten Baru Samsung Ungkap Konsep Smartphone yang Bisa Berubah Jadi Tablet

Lufthi Anggraeni • 22 Juni 2026 07:21
Ringkasnya gini..
  • Samsung mengajukan paten perangkat baru yang menggabungkan teknologi layar lipat dan layar gulung dalam satu produk.
  • Konsep tersebut memungkinkan smartphone berukuran kompak berkembang menjadi perangkat berlayar mendekati tablet.
  • Kendati menarik, paten ini masih berupa konsep dan belum tentu akan diwujudkan menjadi produk komersial.
Jakarta: Samsung kembali memamerkan ambisinya di pasar perangkat layar fleksibel melalui paten terbaru yang mengungkap konsep smartphone dengan desain transformasi ekstrem. Paten ini mengusung konsep berbeda dari perangkat foldable yang saat ini beredar di pasaran.
 
Mengutip Phone Arena, konsep baru tersebut memungkinkan smartphone berukuran kompak berkembang menjadi perangkat berlayar jauh lebih besar yang mendekati ukuran tablet. Dokumen paten yang baru dipublikasikan menunjukkan Samsung tengah mengeksplorasi mekanisme layar lipat dan gulung atau rollable dalam satu perangkat.
 
Jika teknologi tersebut berhasil diwujudkan menjadi produk komersial, pengguna berpotensi mendapatkan perangkat yang dapat berubah dari smartphone biasa menjadi tablet hanya dalam beberapa langkah.

Berdasarkan ilustrasi dalam dokumen paten, perangkat tersebut memiliki desain yang berbeda dari Galaxy Z Fold maupun Galaxy Z Flip yang saat ini dipasarkan Samsung. Ketika berada dalam kondisi tertutup, perangkat tampak relatif tebal dan ringkas.
 
Namun setelah dibuka dan diperluas, layar dapat membentang secara signifikan melalui kombinasi engsel lipat dan panel yang dapat digulung keluar dari bodi perangkat. Pendekatan ini memungkinkan area layar bertambah tanpa harus membuat perangkat terlalu besar saat disimpan di saku.
 
Konsep tersebut mencerminkan arah pengembangan industri yang mulai mencari alternatif baru di luar desain foldable konvensional. Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah produsen telah memamerkan perangkat rollable dalam bentuk prototipe, tetapi belum banyak yang berhasil memasarkannya secara luas.
 
Salah satu keunggulan yang ditawarkan konsep ini adalah fleksibilitas ukuran layar. Pengguna dapat menggunakan perangkat dalam bentuk smartphone saat melakukan aktivitas sehari-hari, kemudian memperluas layar ketika membutuhkan ruang kerja lebih besar untuk menonton video, bermain game, membaca dokumen, atau menjalankan beberapa aplikasi sekaligus.
 
Dokumen paten menunjukkan bahwa layar dapat diperluas secara bertahap, memungkinkan berbagai ukuran tampilan sesuai kebutuhan pengguna. Pendekatan ini berbeda dari perangkat lipat saat ini yang umumnya hanya memiliki dua kondisi utama, yaitu terbuka dan tertutup.
 
Kemampuan untuk mengubah ukuran layar secara dinamis berpotensi memberikan pengalaman multitasking lebih fleksibel dibandingkan dengan smartphone tradisional maupun foldable generasi saat ini.
 
Kendati terdengar menjanjikan, konsep tersebut juga memunculkan sejumlah pertanyaan terkait implementasi di dunia nyata. Salah satu tantangan terbesar adalah kompleksitas mekanisme yang digunakan untuk mendukung kombinasi layar lipat dan gulung dalam satu perangkat.
 
Semakin banyak komponen bergerak yang digunakan, semakin besar pula tantangan dalam menjaga ketahanan perangkat untuk penggunaan jangka panjang. Selain itu, Samsung juga harus memastikan bahwa layar tetap kokoh dan nyaman digunakan meskipun dapat berubah ukuran secara berkala.
 
Aspek lain yang menjadi perhatian adalah ketebalan perangkat. Dalam ilustrasi paten, perangkat terlihat lebih tebal dibandingkan dengan smartphone konvensional karena harus menampung sistem engsel, motor, serta panel layar tambahan di dalam bodinya.
 
Seperti banyak paten teknologi lainnya, keberadaan dokumen ini tidak menjamin Samsung akan benar-benar meluncurkan perangkat tersebut ke pasar. Perusahaan teknologi besar kerap mendaftarkan berbagai konsep untuk melindungi ide dan inovasi yang sedang dieksplorasi, meski tidak semuanya berujung menjadi produk nyata.
 
Namun, paten ini tetap memberikan gambaran mengenai arah riset Samsung di bidang perangkat fleksibel. Perusahaan saat ini merupakan salah satu pemain paling aktif dalam pengembangan teknologi foldable dan telah meluncurkan beberapa generasi Galaxy Z Fold serta Galaxy Z Flip.
 
Dengan persaingan yang semakin ketat di segmen smartphone premium, inovasi seperti layar yang dapat dilipat sekaligus digulung dapat menjadi salah satu cara untuk menghadirkan pengalaman baru yang belum tersedia pada perangkat saat ini.
 
Industri smartphone terus mencari bentuk perangkat berikutnya setelah era smartphone layar sentuh konvensional. Foldable, rollable, dan berbagai konsep layar fleksibel lainnya dipandang sebagai kandidat kuat untuk mendefinisikan masa depan perangkat mobile.
 
Paten terbaru Samsung menunjukkan bahwa perusahaan belum berhenti bereksperimen dengan berbagai pendekatan baru. Kendati masih berada di tahap konsep, ide smartphone yang dapat berkembang menjadi tablet memperlihatkan batas antara smartphone dan tablet semakin kabur di masa depan.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA