Apple berpotensi menggunakan chip sub-1nm pada 2029 seiring rencana TSMC memulai produksi awal teknologi semikonduktor generasi terbaru.
Apple berpotensi menggunakan chip sub-1nm pada 2029 seiring rencana TSMC memulai produksi awal teknologi semikonduktor generasi terbaru.

Apple Berpotensi Gunakan Chipset Sub-1 Nanometer pada 2029, Industri Semikonduktor Menuju Era Baru

Lufthi Anggraeni • 18 April 2026 09:30
Ringkasnya gini..
  • TSMC menargetkan produksi awal chipset sub-1nm pada tahun 2029.
  • Apple berpotensi menjadi salah satu pengguna pertama teknologi ini.
  • Chipset sub-1nm menjanjikan performa lebih tinggi dan efisiensi daya lebih baik.
Jakarta: Apple dikabarkan berpeluang menjadi salah satu perusahaan pertama yang mencicipi teknologi chipset sub-1 nanometer pada akhir dekade ini. Perkembangan tersebut berkaitan erat dengan peta jalan atau roadmap produsen semikonduktor utama, TSMC.
 
Mengutip Digital Trends, roadmap tersebut mulai menargetkan produksi awal teknologi chipset sub-1 nanometer pada tahun 2029. Sebagai informasi, industri chip saat ini masih dalam transisi menuju fabrikasi 2nm, diperkirakan mulai digunakan dalam waktu dekat.
 
Namun, TSMC sudah mengarahkan risetnya lebih jauh dengan mengembangkan teknologi di bawah 1 nanometer. Perusahaan tersebut disebut menargetkan tahap uji produksi atau trial production untuk chipset sub-1nm pada tahun 2029.

Langkah ini menunjukkan percepatan inovasi di sektor semikonduktor yang semakin kompetitif, terutama untuk memenuhi kebutuhan perangkat AI dan mobile. Sebagai salah satu klien utama TSMC, Apple disebut memiliki peluang besar untuk menjadi pengguna awal teknologi ini.
 
Dalam beberapa generasi sebelumnya, Apple kerap menjadi perusahaan pertama yang mengadopsi node fabrikasi terbaru untuk chipset seri A dan M. Jika tren ini berlanjut, chipset sub-1nm berpotensi untuk digunakan pada perangkat Apple generasi mendatang, seperti iPhone atau Mac di masa depan.
 
Teknologi fabrikasi yang semakin kecil memungkinkan peningkatan performa sekaligus efisiensi daya. Node sub-1nm diperkirakan mampu menghadirkan kinerja lebih tinggi dengan konsumsi energi lebih rendah jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
 
Hal ini sangat penting, terutama untuk mendukung kebutuhan komputasi berat seperti kecerdasan buatan (AI), pemrosesan grafis, hingga multitasking pada perangkat mobile. Kendati menjanjikan, pengembangan chipset sub-1nm tidak lepas dari berbagai tantangan teknis.
 
Produksi pada skala tersebut membutuhkan teknologi manufaktur sangat rumit serta biaya tinggi. Selain itu, tingkat keberhasilan produksi atau yield juga menjadi faktor krusial yang harus diatasi sebelum teknologi ini dapat digunakan secara massal.
 
Rencana pengembangan chipset sub-1 nanometer oleh TSMC ini membuka peluang besar bagi Apple untuk kembali memimpin inovasi di industri perangkat mobile dan komputasi. Jika berhasil direalisasikan pada tahun 2029, teknologi ini berpotensi menghadirkan lompatan besar dalam performa dan efisiensi, sekaligus menandai era baru dalam evolusi chipset modern.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA