Kurir Paxel atau Happiness Hero mengambil paket di smart locker.
Kurir Paxel atau Happiness Hero mengambil paket di smart locker.

Paxel Unggulkan Same-Day Delivery Pakai AI dan Smart Locker

Teknologi logistik teknologi startup
Cahyandaru Kuncorojati • 27 September 2019 14:55
Jakarta: Paxel mungkin sama seperti startup distribusi logistik di Indonesia yang muncul seiring ramainya adopsi layanan ecommerce maupun marketplace. Harus diketahui, Paxel justru lahir dari tangan yang sudah berpengalaman Johari Zein, Komisaris Paxel yang juga menjadi pendiri JNE.
 
"Sebelum saya pensiun, saya bverpikir bahwa bisnis distribusi logistik di sini masih tradisional. Padahal kita lihat sekarang Indonesia mau menuju Indonesia 4.0 yang berbasis teknologi di seluruh bidang termasuk industri," ungkap Johari saat bertamu ke Medcom.id.
 
Dia menyebut bahwa bisnis distribusi logistik bisa menjadi jembatan bagi perkembangan ekonomi Indonesia yang menuju ekonomi digital. Namun, dia mengaku sulit untuk mendorong JNE yang sudah sangat besar untuk dengan cepat mengadopsi teknologi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Akhirnya, Johari memutuskan untuk menggandeng Bryant Christianto dan Zaldy Masita mendirikan Paxel, keduanya dipercayakan sebagai co-founder Paxel. Ketiganya kemudian menegaskan bahwa Paxel saat ini mengungulkan layanan same-day delivery yang diklaim tercepat di Jabodetabek dibandingkan kompetitor.
 
"Kita mengandalkan teknologi AI untuk sepenuhnya untuk membuat proses same-day delivery bisa sangan cepat dan mudah bagi Happiness Hero, sebutan kurir kami. AI akan bisa menentukan jarak tempuh tercepat untuk menuju lokasi pengiriman meskipun kondisi jalan macet," jelas Johari.
 
Johari bahkan menyebut Paxel punya target untuk menyediakan layanan same-day delivery antar kota di seluruh Indonesia. Saat ini Paxel sudah berhasil menghubungkan Jabodetabek dengan Bandung, Jogja, Solo, Semarang, Surabaya, Malang, dan Bali. Teknologi AI tadi tidak hanya digunakan untuk menentukan jalur tempuh demi memotong waktu tempuh sang kurir.
 
Paxel juga sudah memanfaatkan teknologi smart locker yaitu lemari yang berfungsi sebagai tempat menyortir paket yang akan dikirim. Teknologi ini sudah umum digunakan di luar negeri dan beberapa startup penyedia smart locker di Indonesia.
 
"Jadi kurir akan datang mengambil paket ke rumah customer yang memesan via aplikasi. Paketnya akan di drop di smart locker di lokasi yang ditentukan, Kemudian kurir bagian last mile akan mengambilnya dan mengantarnya ke tujuan," jelas Bryant.
 
"Smart locker ini akan memberi tahu kurir first mile dan last mile loker sebelah mana yang berisi paket untuk ke tujuan berbeda, misalnya loker kiri ke Bekasi dan kanan ke Jakarta. Jadi bisa menggantikan fungsi counter yang biasanya diisi juga oleh pekerja," tuturnya.
 
Sejak awal Johari memang menegaskan bahwa dia ingin Paxel tidak gemuk seperti JNE dengan memiliki banyak tenaga pekerja di pusat penyortiran. Tenaga kerja bisa dialokasikan kepada bagian first mile dan last mile untuk menyediakan layanan distribusi logistik yang cepat.
 
Sejauh ini smart locker Paxel sudah digunakan di beberapa lokasi di Jabodetabek dengan angka mencapai lebih dari 110 smart locker. Di arena olahraga Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, smart locker Paxel difungsikan untuk penyimpanan sementara pengguna fasilitas di sekitar.
 
"Cara kami ini terbukti mampu memotong biaya yang harus dikeluarkan penyedia layanan distribusi logistik snagat besar. Model bisnis kami ke depan ingin pengguna yang ingin mengirimkan paket atau mengambil paket langsung di smart locker tanpa kurir kami harus door to door," jelas Zaldy.
 
Menurutnya model bisnis tersebut masih butuh edukasi karena tidak semua masyarakat Indonesia sudah menggemarinya. Apabila berhasil Zaldy mengklaim cara tersebut bisa memangkas biaya yang dikeluarkan perusahaan distribusi logistik hingga 60 persen.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif