Zhangyizun, Director Delivery & Service Department - Indonesia Enterprise Business
Zhangyizun, Director Delivery & Service Department - Indonesia Enterprise Business

Huawei TechDay 2019 Bangun Pola Pikir SDM Soal Keamanan Siber

Teknologi huawei cyber security corporate transformasi digital
Lufthi Anggraeni • 19 November 2019 15:50
Jakarta: Huawei menggelar TechDay di tiga universitas terkemuka di Indonesia. TechDay merupakan bagian dari program SmartGen 2019 yang diklaim bertujuan membangun kesiapan Indonesia memasuki era 5G bersama digelarnya teknologi-teknologi baru di masa depan.
 
Teknologi 5G diprediksi akan mulai merambah di kehidupan sehari-hari dengan membawa kecepatan yang makin tinggi dan tingkat latensi yang kian rendah.
 
Melalui penjelajahan yang mendalam, teknologi baru ini berpotensi membuka beragam peluang dan pemanfaatan baru di setiap lini kehidupan manusia di masa depan, mulai dari penerapan Internet of Things (IoT) di rumahrumah, kendaraan nirpengemudi, hingga kota pintar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tidak seperti saat pergantian generasi jaringan seluler terdahulu, 5G bukan melulu soal kehadiran teknologi yang revolusiner, namun kehadirannya juga menuntut dibangunnya pola pikir SDM yang evolusioner, serta kolaborasi yang apik oleh semua pihak yang terkait.
 
Di sisi lain, kehidupan yang serba terhubung di era 5G juga tak luput dari risiko terhadap keamanan lalu lintas informasi yang diakibatkan oleh serangan siber maupun upaya-upaya pembobolan data. Terdapat laporan yang menyebutkan bahwa selama tahun 2018, lebih dari 200 juta serangan siber dilancarkan mengarah ke Indonesia.
 
Program ini diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman siswa mengenai teknologi 5G, membuka wawasan mereka terhadap seluruh potensi dan manfaat dari teknologi tersebut bagi masyarakat, serta mitigasi dini terhadap risiko keamanan siber di tengah berkembangnya tantangan dalam upaya perlindungan data dan privasi di masa kini.
 
“Kerja sama ini juga diharapkan menjadi sarana kolaborasi dalam pengembangan riset di bidang keamanan siber yang dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi dan kapabilitas personil maupun teknologi demi terwujudnya keamanan siber nasional yang kokoh,”Ken Qijian, Vice President Public Affairs and Communications Huawei Indonesia.
 
Kehadiran teknologi mutakhir, seperti Artificial Intelligence (AI), IoT, dan lain sebagainya, tidak bisa dimungkiri lagi. Di masa depan, AI akan hadir di setiap lini dan membawa risiko yang signifikan di bidang keamanan komputasi.
 
Namun, di sisi lain, AI juga dapat dimanfaatkan sebagai peranti yang esensial dalam membangun sistem pertahanan siber, dari pengembangan sistem deteksi dini malware, hingga mengantisipasi setiap serangan yang dibidikkan ke jaringan komputasi.
 
Perannya dinilai signifikan dalam memperkokoh strategi keamanan siber, serta dalam upaya meningkatkan skala respons terhadap ancaman keamanan. Ini dapat terwujud berkat kapabilitasnya yang mampu menganalisis, mengobservasi, hingga mendeteksi adanya indikasi kejanggalan di jaringan secara cerdas.
 
TechDay tahun ini diselenggarakan di Universitas Indonesia (UI), Universitas Telkom Bandung, dan Institut Teknologi Bandung (ITB), dengan mengajak sejumlah ahli di bidang terkait untuk berbagi pandangan dan pengetahuan kepada siswa.
 
Seperti tercantum dalam penandatanganan kerja sama antara BSSN dan Huawei bulan lalu, keduanya sepakat untuk melanjutkan penyelenggaraan kegiatan-kegiatan yang turut menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keamanan siber kepada semua kalangan, dari bidang akademik maupun masyarakat luas.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif