Ilustrasi. (istock)
Ilustrasi. (istock)

Serangan Mobile Malware di Indonesia Terbanyak se-Asia Tenggara

Teknologi teknologi cyber security kaspersky
Cahyandaru Kuncorojati • 07 November 2019 12:45
Jakarta: Indonesia sebagai negara dengan jumlah pengguna smartphone terbanyak di Asia Tenggara ternyata menjadi target serangan siber yang menggiurkan.
 
Hal ini terlihat dari laporan terbaru perusahaan keamanan siber Kaspersky mengenai ancaman mobile malware yang diterdeteksi di Asia Tenggara. Mereka mengklaim bahwa banyak mobile malware yang terdeteksi di Indonesia.
 
Kaspersky mencatat bahwa dari Januari hingga September 2019 telah memblokir 632.451 serangan terhadap smartphone di Indonesia. Sayangnya, Kaspersky tidak memberikan informasi detil perbandingan dengan negara lain Asia Tenggara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ditemukan juga mobile malware yang juga cukup berbahaya. Mobile malware ini berupa paket instalasi Trojan mobile banking. Sesuai namanya, malware ini menargetkan layanan mobile banking yang ada di smartphone.
 
Apabila mereka berhasil menemukan identitas dan kata sandi penggunanya maka mereka bisa mengakses dan menguras dana korban di aplikasi tersebut. Kaspersky menemupak 106 paket instalasi Trojan mobilke banking di sembilan bulan pertama tahun 2019.
 
Temuan ini menempaykan Indonesia di antara tiga negara teratas dengan jumlah Trojan mobile banking terbanyak. Kaspersky berhasil memblokir 329 unit paket instalasi Trojan mobile banking di Thailand, dan 215 unit di Malaysia.
 
Indonesia juga disebut Kaspersky mendukuki posisi tertinggi dalam penemuan paket instalasi Trojan ransomware seluler. Jumlahnya mencapai 161 paket dan diklaim meningkat signifikan dari tahun lalu sebanyak 96 unit paket.
 
"Kita harus ingat bahwa semua pengguna harus mengerahkan upaya dalam melindungi ponsel cerdas mereka terutama karena mereka semakin menggunakannya untuk transaksi kritis seperti berbelanja dan perbankan online," tutur General Manager Kaspersky Asia Tenggara, Yeo Siang Tiong.
 
"Dengan tren BYOD yang diterapkan di negara ini, kami juga mendorong bisnis untuk memperhatikan bagaimana karyawan melindungi perangkat mereka, terutama yang digunakan untuk tujuan perusahaan," ujarnya.
 
Yeo menyebut bahwa setngah dari populasi Indonesia, sekitar 53 persen adalah pengguna internet mobile. Jumlah tersebut setara dengan dengan 6,5 persen pengguna internet di Asia. Hal ini menjadikan Indoensia sebagai target pelaku peretasan perangkat seluler.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif