Rusia Ikut Tiongkok Larang Penggunaan VPN
Pemerintah Rusia akan larang penggunaan VPN. (Alexey Nikolsky/AFP/Getty Images)
medcom.id: Presiden Rusia, Vladimir Putin telah menandatangani peraturan yang akan melarang keberadaan teknologi yang memungkinkan masyarakat untuk mengakses situs yang dilarang oleh pemerintah, termasuk VPN (Virtual Private Network) dan proxy. Peraturan ini akan mulai berlaku pada 1 November mendatang. 

Para penyedia layanan internet diwajibkan untuk memblokir situs-situs yang menawarkan layanan VPN dan proxy. Menurut laporan Engadget, tujuan dari peraturan ini adalah untuk membatasi konten ekstremis.

Meskipun begitu, kemungkinan, peraturan ini disahkan untuk mencegah masyarakat Rusia melihat konten berupa kritik terhadap Putin atau untuk melakukan komunikasi rahasia tanpa deteksi pemerintah.


Selain peraturan ini, sang Presiden Rusia juga telah menandatangani peraturan lain yang mengharuskan aplikasi chatting untuk mengidentifikasi penggunanya via nomor ponsel mereka. Peraturan ini akan mulai aktif pada 1 Januari 2018. 

Saat ini, beberapa aplikasi pengirim pesan telah mendorong penggunanya untuk menghubungkan akun mereka dengan nomor ponsel. Namun, peraturan ini akan mewajibkan pengguna untuk melakukan hal itu. Itu artinya, Facebook dan aplikasi chatting/media sosial lainnya tidak akan bisa memberikan opsi pada penggunanya yang ingin merahasiakan identitasnya. Peraturan ini juga meminta operator membatasi akses pengguna jika mereka menyebarkan konten ilegal. 

Ada alasan politis mengapa peraturan ini disahkan sekarang. Rusia akan mengadakan pemilihan presiden pada bulan Maret. Dengan melarang penggunaan teknologi seperti VPN, maka masyarakat akan lebih sulit untuk mendapatkan berita oposisi pada pemerintahan Putin. Selain itu, hal ini akan meminimalisir kemungkinan masyarakat mengadakan protes karena polisi akan mampu melacak pembicaraan anonim melalui nomor ponsel. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.