Jakarta: Perusahaan penyedia infrastruktur internet, cloud, dan keamanan siber Akamai beberapa waktu lalu menggelar sesi diskusi dengan media. Di kesempatan tersebut mereka menawarkan solusi perlindungan siber dengan pendekatan Zero Trust bagi perusahaan di Indonesia.
Regional Sales Asia Akamai Technologies, Ali Hakim mengungkapkan pandangan transformasi digital merupakan salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Makanya organisasi atau perusahaan harus memastikan data pelanggan terlindungi dari serangan siber.
Kondisi pandemi COVID-19 yang mendorong gaya bekerja hybrid membuat sejumlah perusahaan menerapkan work from home. Saat pekerja menggunakan perangkat sendiri dan di luar lingkup organisasi atau perusahaan maka mereka rentan menjadi target serangan siber.
Faktanya, sejumlah data menyimpulkan temuan yang sama yaitu kasus serangan siber selama pandemi COVID-19 meningkat. Akamai mengklaim menganalisa lebih dari 300 terabyte data serangan baru setiap harinya dan mencatat sejumlah vektor serangan yang memecahkan rekor.
Pertama, Distributed-Denial-of Service (DDoS). Akamai sudah memitigasi lebih dari 1.900 serangan DDoS pada kuartal pertama tahun ini dan mencatat kenaikan sebesar 34 persen year-on-year.
Kedua, Credential Abuse yang mencapai 63 miliar serangan pada kuartal satu tahun ini dan meningkat 133 persen year-on-year. Terakhir, serangan layer aplikasi yang menghasilkan lebih dari dua miliar peringatan Web Access Firewall pada periode yang sama dan melonjak 70 persen year-on-year.
“Angka di atas menunjukkan bahwa sebagai organisasi atau perusahaan harus beralih dari strategi pertahanan perimeter tradisional dan mulai melindungi aplikasi internal mereka seperti halnya melindungi aplikasi eksternal,” ujar Ali Hakim.
Di sini Akamai menawarkan strategi Zero Trust yaitu model keamanan jaringan yang menggunakan prinsip least privilege berbasis proses verifikasi identitas yang ketat. Kerangka kerja yang dibuat mampu memastikan hanya pengguna dan perangkat resmi yang terotentikasi dapat mengakses aplikasi dan data.
Di saat yang sama, desain tersebut mampu melindungi aplikasi dan penggunanya dari berbagai serangan online. Hakim menegaskan bahwa Zero Trust juga sangat penting untuk diterapkan pada solusi edge computing.
Apabila data yang digunakan lebih dekat dengan tempat data dikumpulkan untuk membuat keputusan maka tantangan terbesar bagi perusahaan adalah melindungi data dari ancaman serangan siber. Jadi implementasi Zero Trust pada ekosistem edge mampu melindungi pengguna sekaligus aplikasi.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan