AdAsia: Kecerdasan Buatan Bisa Perkuat Pemasaran
AdAsia terfokus untuk mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan pada solusi yang ditawarkannya.
Jakarta: Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) menghadirkan potensi besar untuk memudahkan proses analisa data di berbagai industri, termasuk pemasaran. Hal tersebut turut disadari oleh AdAsia.

"AdAsia berupaya menerapkan teknologi AI di berbagai solusi untuk berbagai industri, termasuk pemasaran sebagai ranah pertama yang dirambah perusahaan kami. AI sangat membantu mendukung pemasaran digital yang kian menjadi tren di berbagai  negara, termasuk Indonesia," ujar Co-Founder dan CEO AdAsia Holdings Kosuke Sogo.

Sogo menyebut, pemanfaatan AI mampu membantu perusahaan menghadirkan solusi lebih baik untuk klien di bidang pemasaran, meski harus didukung oleh data.


Pemanfaatan data yang dianalisis AI dan teknologi pembelajaran mesin disebut Sogo mampu proses analisis lebih cepat dan sederhana, sehingga iklan milik klien akan lebih tepat sasaran.

Penerapan AI menjadi hal yang tengah difokuskan AdAsia dalam pengembangan solusi miliknya. AdAsia juga berharap di masa mendatang dapat memanfaatkan AI untuk mendeteksi artikel yang sesuai untuk menampilkan iklan dari klien yang dibantunya, terutama iklan dalam bentuk video.

Sebab iklan berformat video, jelas Country Manager AdAsia Holdings Indonesia Lidyawati Aurelia, tengah mulai menjadi alat pemasaran yang semakin banyak dipilih. Hal tersebut bergeser dari iklan berformat native ad yang sebelumnya lebih banyak dipilih perusahaan dan brand.

Tidak hanya video, pergeseran tren format iklan juga mengarah pada pemanfaatan tokoh yang berpengaruh atau influencer, baik berskala besar maupun kecil. Peluang yang dihadirkan oleh pergeseran tersebut dimanfaatkan AdAsia melalui produknya yaitu AdAsia Video Network dan CastingAsia.

Selain terfokus untuk menghadirkan AI pada produknya, AdAsia juga berencana untuk menghadirkan platform marketplace sebagai penjembatan antara influencer dan perusahaan serta merek. Selain itu saat ini, AdAsia mengaku juga tengah terfokus untuk memperluas cakupannya di wilayah Asia Pasific.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.