Google Siap Blokir Iklan Uang Kripto

Cahyandaru Kuncorojati 15 Maret 2018 08:16 WIB
google
Google Siap Blokir Iklan Uang Kripto
Google.
Jakarta: Bagaimana jika Google meghapus seluruh iklan terkait hal yang sedang populer? Pihak Google kabarnya akan memblokir seluruh iklan terkait bisnis dan layanan uang kripto.

Director of Sustainable Ads Google, Scott Spencer menyatakan bahwa mereka akan tegas menerapkan kebijakan tersebut mulai bulan Juni nanti, menyusul Facebook yang sudah lebih dulu menerapkannya di bulan Januari.

Diketahui bahwa alasan Google dalam langkah ini tidak berbeda dengan Facebook, untuk memberantas iklan yang bisa membahayakan konsumen.


"Kami telah memperbarui beberapa kebijakan utuk mengambil sikap atas iklan yang menawarkan layanan atau produk finanial yang sifatnya spekulatif, misalnya uang kripto," ungkap Spencer. Hal ini menyiratkan bahwa Google termasuk yang meyakini tren uang kripto sangat rentan penipuan.

Dia menilai bahawa sudah ada banyak contoh bisnis dan layanan uang kripto yang awalnya terlihat menjanjikan, namun secara tak terduga penyedia layanan dan bisnis itu menghilang membawa kabur uang investor.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai dampak menghilangnya iklan terkait bisnis dan layanan uang kripto terhadap pendapatan Google yang porsi terbesarnya berasal dari iklan, mengingat tren uang kripto sedang naik daun sama seperti nilai mata uang kripto.

The Guardian menyebutkan bahwa induk perusahaan Google, Alphabet, meraup pendapatan yang 85 persennya berasal dari iklan. Diprediksi, angkanya akan mencapai lebih dari USD40 miliar (Rp549 triliun) untuk tahun ini, mengalahkan Facebook yang hanya mengantong USD22 miliar (Rp302 triliun).

Satu-satunya cara agar iklan bisnis dan layanan uang kripto yang dipasang tidak dihilangkan oleh Google adalah dengan membuktikan bahwa bisnis dan layanan uang kripto tersebut telah bekerja sama dengan pemerintah atau pihak perbankan sehingga sah secara hukum.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.