Microsoft  dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk berkolaborasi dengan Google.
Microsoft dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk berkolaborasi dengan Google.

Microsoft Ingin Duet Cortana dan Google Assistant?

Teknologi microsoft
Lufthi Anggraeni • 21 Januari 2019 10:51
Jakarta: CEO Microsoft, Satya Nadella menyebut bahwa perusahaannya tengah mempertimbangkan kolaborasi dengan Google setelah mengumumkan kerja sama untuk mengintegrasi Cortana dengan Alexa.
 
Alih-alih mencoba untuk tetap dapat bersaing dengan Google Assistant, Microsoft dilaporkan berencana untuk mengubah Cortana menjadi software dengan kemampuan tak tergantikan dalam kompetisi di ranah teknologi kecerdasan buatan (AI).
 
Dengan demikian, asisten suara Google dan Amazon akan dapat memanfaatkan kemampuan Cortana, menjadikan mereka lebih baik dalam melaksanakan tugas. Hal ini dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi Microsoft meski jumlahnya tidak besar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Skenario ini dinilai akan menguntungkan berbagai pihak, meski Microsoft tidak menjelaskan secara terperinci kelebihan apa yang dimiliki oleh Cortana jika dibandingkan dengan Google Assistant dan Alexa.
 
Jika dibandingkan dengan Google Assistant, asisten digital Microsoft ini selalu kalah ketika diuji dengan tes di berbagai kategori, seperti navigasi, informasi, permintaan lokal, perdagangan, dan dalam menjalankan perintah suara secara umum.
 
Hingga saat ini, masih belum tersedia informasi tentang rencana Google terkait ajakan kerja sama terbuka dari Microsoft tersebut. Ini bukan pertama kalinya Microsoft bekerja sama dengan Google. Dalam beberapa tahun terakhir, aplikasi dan layanan produktivitas dari Microsoft telah terbukti populer di kalangan pengguna Android.
 
Microsoft mulai fokus mengembangkan aplikasi setelah keruntuhan Windows Mobile dan keputusan Microsoft untuk menjual ponsel.
 
Sementara tentang speaker cerdas, Nadella menekankan salah satu tujuan jangka panjang Microsoft. Nadella mengimplikasikan, tidak ada hal unik yang bisa Microsoft lakukan di kategori speaker cerdas. Dengan demikian, alih-alih merilis perangkat standar dengan fitur serupa pesaing, Microsoft menilai bekerja sama kompetitor sebagai keputusan yang lebih baik.
 

(ELL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif