Facebook Belum Pastikan War Room di Indonesia
Facebook War Room Brazil (Foto: Sam Levin)
Jakarta: Jelang  pemilihan umum di sejumlah negara, termasuk Indonesia, Facebook mendirikan War Room di kantor pusatnya di Menlo Park, California, Amerika Serikat.

War Room menjadi bagian dari solusi Facebook dalam mencegah interfensi terkait pemilihan umum, termasuk kesalahan informasi dan propaganda.

Hingga saat ini, War Room baru tersedia untuk diujicoba di wilayah Amerika Serikat dan Brasil. Disinggung menyoal kehadirannya di Indonesia, pihak Facebook mengaku belum mendapatkan informasi terkait dengan rencana kehadiran War Room di Indonesia.


"Belum tahu karena rollout-nya bergilir, saat ini masih di luar (Indonesia) dulu, dan belum ada percakapan untuk rollout di Indonesia karena masih ujicoba di Brazil," ujar Communication Lead Facebook Indonesia, Putri Dewanti.

Selain itu, Facebook juga mengaku belum dapat berkomentar lebih jauh terkait dengan program serta fitur yang berkenaan dengan pemilihan umum, terutama di Indonesia.

Putri menyebut hal ini masih dalam tahap perundingan dengan pihak lain di Facebook termasuk WhatsApp dan Instagram.

Sebagai informasi, War Room merupakan ruang dengan pengawasan tim khusus, yang didedikasikan Facebook untuk memantau pengguna jejaring sosial miliknya, guna menemukan dan mencegah tindakan yang bertujuan untuk mengacaukan pemilihan umum, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Namun Putri menyebut, untuk inisiatif terkait dengan pemilihan umum, salah satu fitur yang telah digulirkan Facebook di Indonesia sejak bulan Mei lalu adalah iklan politik (Politic Ads).

Fitur ini digulirkan di Indonesia berbarengan dengan peluncuran globalnya, meski hingga saat ini Facebook menyebut iklan ini belum digunakan oleh pihak terkait.

Fitur ini diharapkan membantu masyarakat membedakan iklan komersial dengan iklan yang didukung oleh partai politik tertentu.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.