Ilustrasi.
Ilustrasi.

Kebanyakan Aplikasi Antivirus Android tak Berguna

Teknologi android cyber security
Ellavie Ichlasa Amalia • 18 Maret 2019 13:44
Jakarta:Kebanyakan aplikasi antivirus di Google Play Store tak bisa melindungi para penggunanya, menurut studi dari AV-Comparatives.
 
Perusahaan penguji antivirus asal Austria itu mengunduh 250 aplikasi antivirus dari berbagai developer di Play Store. Aplikasi-aplikasi tersebut diuji untuk menentukan apakah ia memang bisa melindungi ponsel dari 2.000 ancaman malware yang paling sering ditemukan di Android. AV-Comparatives melakukan tes dengan framework pengujian mereka, lapor Digital Trends.
 
Pengujian ini dilakukan menggunakan Samsung Galaxy S9 dengan Android 8.0. Namun, karena beberapa aplikasi antivirus tidak bisa dijalankan pada ponsel dengan Android 8.0 Oreo, maka sebagian pengujian dilakukan pada Nexus 5 dengan Android 6.0.1. Kedua perangkat ini akan secara otomatis mengunduh dan memasang aplikasi malware dengan asumsi aplikasi antivirus akan melindungi ponsel dari ancaman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sayangnya, bukan itu yang terjadi. Dari 250 aplikasi antivirus yang diuji dalam studi ini, hanya 23 aplikasi yang berhasil mendeteksi dan memblokir sampel malware sepenuhnya. Beberapa aplikasi itu antara lain Avast Mobile Security, Avira Antivirus Security, AVG, Sophos Mobile Security, dan Trend Micro Mobile Security and Antivirus.
 
Studi AV-Comparatives menunjukkan bahwa 80 dari 250 aplikasi antivirus yang diuji dapat mendeteksi lebih dari 30 persen malware tanpa memberikan peringatan yang salah akan serangan siber.
 
Studi ini juga menemukan bahwa aplikasi-aplikasi buatan 138 perusahaan hanya dapat memblokir kurang dari 30 persen sampel malware. Tidak hanya itu, aplikasi itu juga sering memberikan notifikasi yang salah, mengira file yang aman dari Play Store sebagai ancaman. Sebanyak 16 aplikasi bahkan tidak bisa dijalankan pada Android 8, yang menunjukkan bahwa perlindungan yang ditawarkan untuk ponsel semakin tidak mumpuni.
 
AV-Comparatives menemukan bahwa banyak aplikasi antivirus yang menggunakan fitur black list untuk mengetahui file yang mengandung malware. Sayangnya, metode ini dapat dengan mudah dihindari oleh para pembuat malware. Aplikasi itu tidak memindai aplikasi yang diunduh pengguna. Padahal, itulah yang harus dilakukan oleh aplikasi antivirus yang baik.
 
Ketika hendak memilih aplikasi antivirus, AV-Comparatives menyarankan agar Anda memerhatikan rating dan jumlah unduhan aplikasi, mengingat ada aplikasi palsu yang tidak akan memberikan perlindungan apapun pada ponsel Anda.
 

(ELL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif