Google Ingin Buat Asisten AI untuk Dokter dan Suster

Ellavie Ichlasa Amalia 14 November 2018 11:33 WIB
googlekecerdasan buatan
Google Ingin Buat Asisten AI untuk Dokter dan Suster
Google ingin kembangkan Stream menjadi AI untuk dokter dan suster.
Jakarta: Google akan menyerap DeepMind Health, bagian dari laboratorium AI DeepMind di London.

Dalam sebuah blog post, para pendiri DeepMind mengatakan bahwa ini adalah sebuah pencapaian. Google akan mengembangkan aplikasi Stream dari DeepMind Health -- yang dibuat untuk Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) -- menjadi "asisten AI untuk dokter dan suster" yang menggabungkan "algoritma terbaik dengan desain yang mudah digunakan".

Saat ini, aplikasi Stream sedang diuji di Inggris untuk membantu praktisi kesehatan untuk mengurus pasien mereka.




DeepMind mengatakan, tim Stream mereka akan tetap bekerja di London dan mereka berkomitmen untuk bekerja sama dengan NHS. Salah satu proyek kerja sama mereka adalah menggunakan AI untuk mendeteksi penyakit mata melalui pemindaian rutin, lapor The Verge.

Berita ini kontroversial mengingat kerja sama awal antara DeepMind NHS membuat masyarakat marah. Pada 2017, regulator data di Inggris juga menyebutkan bahwa kerja sama antara DeepMind dan NHS ilegal karena para pasien tidak diberitahukan tentang bagaimana data medis mereka akan digunakan.

Para penasehat privasi di Inggris juga khawatir jika Google mendapatkan akses ke data medis. Meskipun begitu, saat ini masih belum diketahui data apa saja yang akan didapatkan oleh Google jika mereka menyerap tim Stream ke perusahaan mereka. Menurut CNBC, dewan peninjau mandiri yang DeepMind buat untuk mengawasi pekerjaan mereka di bidang medis akan ditiadakan.

Jika dibandingkan dengan divisi lain, DeepMind Health telah membuat berbagai aplikasi praktis yang bisa langsung digunakan. Tampaknya, inilah yang membuat CEO Google Health David Feinberg tertarik untuk menyerap tim mereka.

Feinberg baru saja ditunjuk sebagai CEO pada minggu lalu. Tugasnya adalah untuk melakukan restrukturisasi atas divisi kesehatan Google, mulai dari hardware sampai software.



(ELL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.