Apple tak Lagi Sebut Angka Penjualan Produknya
Apple akan berhenti mengumumkan angka penjualan produknya. (Stephanie Keith / Getty Images / AFP)
Jakarta: Dalam laporan keuangan terbarunya, Chief Financial Officer Apple Luca Maestri mengumumkan bahwa mereka akan berhenti mengumumkan jumlah penjualan iPhone, iPad, dan Mac. 

Ini berarti, analis dan masyarakat tidak lagi bisa memperkirakan kondisi perusahaan berdasarkan angka penjualan.

Menurut Apple, angka penjualan memang tidak lagi bisa dijadikan indikasi tentang kondisi keuangan perusahaan, mengingat perusahaan menjual produknya dengan harga sangat beragam, lapor TechCrunch


"Seiring berjalannya waktu, ragam produk kami menjadi lebih beragam dan karena itu, angka penjualan menjadi tidak terlalu relevan bagi kami sekarang karena rentang harga kami menjadi lebih luas," kata Maestri. "Karena itu, jumlah penjualan per produk menjadi tidak lagi relevan."

Keputusan Apple ini menunjukkan bagaimana rentang harga produk Apple meroket dalam waktu satu tahun belakangan.

Misalnya, iPhone XS Max dihargai mulai dari USD1.099 (Rp16,6 juta) sementara Apple Watch Series 4 dihargai mulai dari USD399 (Rp6 juta), iPad Pro mulai dari USD799 (Rp12,1 juta), dan MacBook Air baru dihargai mulai dari USD1,199 (Rp18,1 juta).

Apple juga meningkatkan harga Mac secara drastis. iMac Pro dengan spesifikasi tertinggi dihargai USD4.999 (Rp75,4 juta). 

Angka penjualan memang tidak lagi bisa menggambarkan keseluruhan kondisi keuangan perusahaan.

Sebagai contoh, penjualan iPhone pada tahun ini tidak menunjukkan pertumbuhan -- Apple hanya menjual 46,89 juta unit pada kuartal ini -- tapi pendapatan dari iPhone naik 29 persen. Itu bisa terjadi karena harga per iPhone naik dari USD618 (Rp9,3 juta) menjadi USD793 (Rp12 juta). 

Maestri juga mengatakan bahwa beberapa pesaing terbesarnya, seperti Google dan Samsung, juga tidak menyebutkan angka penjualan produk mereka. Namun, semakin banyak data yang bisa didapatkan oleh analis, mereka akan bisa memprediksi kondisi keuangan perusahaan dengan lebih baik.

Karena itu, keputusan Apple untuk menutup-nutupi jumlah penjualan ini menimbulkan berbagai spekulasi. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.