Apple akan berhenti mengumumkan angka penjualan produknya. (Stephanie Keith / Getty Images / AFP)
Apple akan berhenti mengumumkan angka penjualan produknya. (Stephanie Keith / Getty Images / AFP)

Apple tak Lagi Sebut Angka Penjualan Produknya

Teknologi apple
Ellavie Ichlasa Amalia • 02 November 2018 10:44
Jakarta:Dalam laporan keuangan terbarunya, Chief Financial Officer Apple Luca Maestri mengumumkan bahwa mereka akan berhenti mengumumkan jumlah penjualan iPhone, iPad, dan Mac.
 
Ini berarti, analis dan masyarakat tidak lagi bisa memperkirakan kondisi perusahaan berdasarkan angka penjualan.
 
Menurut Apple, angka penjualan memang tidak lagi bisa dijadikan indikasi tentang kondisi keuangan perusahaan, mengingat perusahaan menjual produknya dengan harga sangat beragam, lapor TechCrunch.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Seiring berjalannya waktu, ragam produk kami menjadi lebih beragam dan karena itu, angka penjualan menjadi tidak terlalu relevan bagi kami sekarang karena rentang harga kami menjadi lebih luas," kata Maestri. "Karena itu, jumlah penjualan per produk menjadi tidak lagi relevan."
 
Keputusan Apple ini menunjukkan bagaimana rentang harga produk Apple meroket dalam waktu satu tahun belakangan.
 
Misalnya, iPhone XS Max dihargai mulai dari USD1.099 (Rp16,6 juta) sementara Apple Watch Series 4 dihargai mulai dari USD399 (Rp6 juta), iPad Pro mulai dari USD799 (Rp12,1 juta), dan MacBook Air baru dihargai mulai dari USD1,199 (Rp18,1 juta).
 
Apple juga meningkatkan harga Mac secara drastis. iMac Pro dengan spesifikasi tertinggi dihargai USD4.999 (Rp75,4 juta).
 
Angka penjualan memang tidak lagi bisa menggambarkan keseluruhan kondisi keuangan perusahaan.
 
Sebagai contoh, penjualan iPhone pada tahun ini tidak menunjukkan pertumbuhan -- Apple hanya menjual 46,89 juta unit pada kuartal ini -- tapi pendapatan dari iPhone naik 29 persen. Itu bisa terjadi karena harga per iPhone naik dari USD618 (Rp9,3 juta) menjadi USD793 (Rp12 juta).
 
Maestri juga mengatakan bahwa beberapa pesaing terbesarnya, seperti Google dan Samsung, juga tidak menyebutkan angka penjualan produk mereka. Namun, semakin banyak data yang bisa didapatkan oleh analis, mereka akan bisa memprediksi kondisi keuangan perusahaan dengan lebih baik.
 
Karena itu, keputusan Apple untuk menutup-nutupi jumlah penjualan ini menimbulkan berbagai spekulasi.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif