Belajar dari kesalahan pada Snapdragon 810, Qualcomm memastikan bahwa Snapdragon 820 memiliki konsumsi daya yang lebih baik. Berdasarkan grafis yang kami dapatkan dari AnandTech, Snapdragon 820 menggunakan daya 30 persen lebih irit dari generasi sebelumnya.
Salah satu faktor pendukungnya adalah komponen modem yang telah menyatu dalam prosesor ini, mendapatkan peningkatan sebanyak 15 persen dari segi konsumsi daya, yang akan berdampak pada konsumsi baterai saat menggunakan jaringan 4G LTE atau WiFi.

Dari segi arsitektur, Snapdragon 820 memiliki empat inti prosesor yang terdiri-dari dua cluster. Cluster pertama adalah Kryo dengan kecepatan @1,6 GHz - @1,7 GHz, sementara cluster kedua terdiri-dari Kryo berkecepatan @2,2 GHz. Cluster kedua ini dipakai untuk menjalankan aplikasi berat, sedangkan cluster pertama untuk memproses aplikasi yang berjalan di balik layar.
Secara konsep, teknik pembagian cluster ini mirip dengan konfigurasi ARM big.LITTLE, tetapi sejauh ini, Qualcomm menyebutkan, ada perbedaan pada Kryo, yang membuat Snapdragon 820 lebih optimal. Dari segi visual, prosesor ini dilengkapi GPU Adreno 530, yang diklaim memiliki performa 40 persen lebih baik dari Adreno 430 pada Snapdragon 810.
Bagaimana dengan konektivitasnya? Snapdragon 820 telah menyediakan modem Snapdragon X12 LTE, yang mendukung konektivitas LTE-A dan LTE-U. LTE-U sendiri sejauh ini diartikan sebagai jaringan 4G LTE yang belum mendapatkan lisensi global. Tentu saja, Snapdragon 820 juga tetap dilengkapi teknologi Quick Charge.
Jika mengacu pada jajaran ponsel flagship teranyar, Snapdragon 820 akan tersedia dalam smartphone paling cepat awal 2016. Prediksi ini bisa berubah jika Xiaomi menjadi pihak pertama yang merilis ponsel unggulan Mi 5, yang sejauh ini kabarnya menggunakan Snapdragon 820.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News