TikTok mengumumkan program cek fakta dengan menggandeng AFP dan Lead Stories.
TikTok mengumumkan program cek fakta dengan menggandeng AFP dan Lead Stories.

TikTok Gandeng Ahli Cek Fakta untuk Cegah Hoaks

Teknologi teknologi tiktok
Lufthi Anggraeni • 16 Oktober 2020 18:04
Jakarta: TikTok mengumumkan dimulainya Program cek fakta Asia Pasifik, dan bekerja sama dengan pemeriksa fakta terkemuka di industri, termasuk AFP dan Lead Stories. Program pemeriksa fakta pihak ketiga ini memanfaatkan tim pemeriksa fakta yang meninjau dan memverifikasi laporan konten.
 
“Kami telah peningkatan upaya kami untuk mengidentifikasi konten yang tidak terverifikasi yang beredar di internet, yang mungkin terlihat sebagai 'fakta' atau 'berita' di mata publik,” tulis TikTok pada blog di situs resminya.
 
Selain itu, TikTok juga mengklaim telah menerapkan sistem untuk memudahkan pengguna melaporkan misinformasi dalam aplikasi. TikTok turut memperluas tim internal di perusahaannya, bertanggung jawab untuk mendeteksi serta mencegah misinformasi dan disinformasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Program pemeriksa fakta pihak ketiga ini, jelas TikTok, memanfaatkan tim pemeriksa fakta yang bertugas meninjau dan memverifikasi laporan konten. Setelah informasi dipastikan salah atau menyesatkan, TikTok akan mengambil langkah proaktif untuk menghapus konten sesuai dengan Panduan Komunitas, serta dan memberitahu pengguna terkait.
 
TikTok juga menegaskan komitmennya untuk memerangi misinformasi berbahaya, terutama informasi terkait dengan bidang medis dan pemilu, media sintetis, berita palsu, dan konspirasi di platform jejaring sosial karyanya, via Program Pemeriksaan Fakta baru ini.
 
Kerja sama antara TikTok dan mitranya tersebut akan mencakup tim AFP yang bertugas di Filipina, Indonesia, Pakistan, Australia, dan Selandia Baru, sedangkan tim Lead Stories memperluas cakupannya ke Thailand dan Korea.
 
Tim tersebut juga bertugas untuk memeriksa dan memberikan rekomendasi seputar fungsi tertentu, termasuk kebijakan, produk, dan proses. Program ini merupakan kelanjutan dari langkah yang sebelumnya telah diambil oleh TikTok.
 
Sebelumnya, TikTok meluncurkan Dewan Penasihat Keamanan Asia Pasifik pada awal bulan Oktober ini, bertugas membantu dalam memberikan saran menyoal kebijakan moderasi konten dan masalah kepercayaan dan keamanan khusus untuk Asia Pasifik.
 
Dan dalam rangka membangun komitmen terhadap transparansi, TikTok juga merilis Laporan Transparansi global untuk semester pertama tahun 2020. Laporan ini menampilkan secara terperinci cara kerja TikTok dalam menciptakan platform aman dan terjamin kepada komunitas.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif