Digital Realty merilis laporan Data Gravity Index DGx versi 1.5.
Digital Realty merilis laporan Data Gravity Index DGx versi 1.5.

Intensitas Gravitasi Data Diperkirakan Naik 2 Kali Lipat

Teknologi teknologi
Lufthi Anggraeni • 07 Januari 2021 12:06
Jakarta: Digital Realty merilis laporan Data Gravity Index DGx versi 1.5, yang memperluas cakupan penelitian ini dari 21 kota metropolitan pada versi 1.0 menjadi 53 kota metropolitan, dan mengukur intensitas dan daya gravitasi pertumbuhan data enterprise di 23 industri global berbeda. 
 
“Ketika dunia bisnis mengalami fase transformasi digital yang sangat cepat, memahami dampak intensitas gravitasi data (data gravity) akan menjadi kebutuhan fundamental bagi berbagai perusahaan dan penyedia layanan untuk meraih berbagai peluang dari pemanfaatan data (data-driven),” ujar SVP Platform, Growth and Marketing Digital Realty Tony Bishop.
 
Lebih lanjut Bishop menjelaskan bahwa gravitasi data merupakan penghambat pertumbuhan bisnis di berbagai industri di seluruh dunia. Laporan Data Gravity Index DGx 1.5 tersebut mengeksplorasi dampak gravitasi data di lebih banyak kota metropolitan dan industri penting. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Digital Realty juga menyebut merancang laporan ini dengan tujuan untuk membantu berbagai perusahaan dalam mengembangkan arsitektur yang terpusat pada data saat menghadapi berbagai tantangan transformasi digital.
 
Penyedia layanang global untuk solusi data center, colocation dan interkoneksi yang bersifat cloud-and-carrier-neutral ini memperkirakan industri yang akan mengalami intensitas gravitas data terbesar adalah perbankan dan jasa keuangan, manufaktur, dan asuransi.
 
Industri tersebut diperkirakan akan mengalami akselerasi pertumbuhan pesat dalam transformasi digital, interaksi berbasis digital, dan volume pertukaran data secara global. Laporan ini menampilkan temuan penting pada perusahaan di jajaran Forbes Global 2000.
 
Temuan tersebut termasuk intensitas gravitasi data di perusahaan perbankan dan jasa keuangan akan semakin besar karena pertumbuhan pusat-pusat perbankan dan finansial penting di tingkat regional.
 
Selain itu, temuan lainnya yaitu manufaktur besar akan meningkatkan kemampuan data dan analitik mereka, yang didorong oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga atau in-home consumption.
 
Laporan ini juga menemukan bahwa industri asuransi diperkirakan akan mengalami intensifikasi gravitasi data karena interaksi berbasis digital menjadi semakin penting ketika kota metropolitan mengalami pertumbuhan volume pertukaran data enterprise pesat.
 
Selain itu menurut laporan ini, Jakarta diperkirakan menjadi salah kota yang akan mengalami pertumbuhan intensitas gravitasi data tercepat, diikuti oleh Singapura, Roma, Hong Kong, Melbourne, dan Atlanta.
 
Sementara itu, kota metropolitan markas perusahaan perbankan dan jasa keuangan dalam jajaran Forbes Global 2000 juga diperkirakan akan mengalami pertumbuhan volume pertukaran data enterprise yang signifikan, mengingat posisi mereka sebagai pusat-pusat finansial.
 
Jajaran kota metropolitan tersebut termasuk London, New York, Tokyo, Paris, Hong Kong, Amsterdam, Beijing, Silicon Valley, Frankfurt, Toronto, Singapura, Washington, DC, Charlotte, Sydney, Milan, dan Seoul.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif