Kalah Saing di Tiongkok, Samsung Mau Tutup Pabriknya?

Cahyandaru Kuncorojati 14 Agustus 2018 13:44 WIB
Kalah Saing di Tiongkok, Samsung Mau Tutup Pabriknya?
Kantor Samsung. (Justin Chin/Getty Images)
Jakarta: Tiongkok adalah negara yang dipilih oleh beberapa merek smartphone termasuk di luar negara tersebut untuk membuka pabrik atau fasilitas manufaktur. Kini beredar kabar bahwa Samsung berencana menutup pabrik salah satu pabrik di sana.

Dikutip dari CNET, surat kabar lokal asal Korea Selatan mengungkapkan rencana Samsung menutup pabrik di kawasan Tianjin, Tiongkok, namun belum diputuskan kapan tanggalnya.

GSM Arena menyebutkan bahwa langkah ini disiapkan atas dasar pertimbangan penjualan perangkat Samsung di negara tersebut. Samsung yang lima tahun lalu menguasai pangsa pasar 20 persen di Tiongkok, kini disebut menguasai kurang dari satu persen.

Dominasi merek seperti Huawei dan merek smartphone lain yang jumlahnya sangat banyak di Tiongkok termasuk Xiaomi yang bermain cukup keras di persaingan harga, tampaknya memukul keras Samsung dari persaingan di negara itu.

Selain itu, kabar tidak enak terkait penjualan Samsung Galaxy S9 dan S9+ yang disebut kurang berkontribusi terhadap penjualan, juga menjadi pertimbangan Samsung untuk berhemat, ditambah biaya yang harus dikeluarkan untuk menggaji pekerja.

Belum jelas apakah langkah ini akan direalisasikan tapi Samsung masih memiliki satu pabrik di Tiongkok persisnya di kawasan kota Huizhou. Pabrik di Tianjin disebut memproduksi 36 juta unit, sementara pabrik di Huizhou memproduksi lebih banyak, 72 juta unit.

Huawei sendiri tengah agresif di pasar smartphone dunia setelah baru ini dikabarkan berhasil menyalip Apple meskipun mereka dilarang berbisnis di Amerika Serikat. Kini jelas bahwa Samsung tengah dibayang-bayangi Huawei.

(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.