Cegah Malware Rusia, FBI Sarankan Pengguna Setel Ulang Router

Lufthi Anggraeni 30 Mei 2018 10:44 WIB
teknologi
Cegah Malware Rusia, FBI Sarankan Pengguna Setel Ulang Router
FBI menyarankan bisnis kecil untuk melakukan reboot pada router setelah menemukan malware asal Rusia.
Jakarta: FBI menyarankan pemilik bisnis kecil atau bisnis rumahan melakukan reboot pada router yang digunakan untuk menghubungkan perangkat seperti ponsel, tablet, dan perangkat lainnya ke jaringan internet via Wi-Fi.

Saran ini disampaikan FBI atas dasar tindakan yang dikategorikannya sebagai "aktor siber asing", berkemampuan untuk menyusup ke dalam router bisnis kecil dan personal. Minggu lalu, Departemen Kehakiman Amerika Serikat menyebut bahwa ratusan router telah terinfeksi malware dari Sofacy Group.

Sofacy Group merupakan tim intelijen Rusia yang disebut badan intelijen Amerika dan Eropa bertanggung jawab terhadap peretasan pada jaringan milik Democratic National Comittee sebelum terselenggara pemilihan presiden tahun 2016.


Analisis yang dirilis tim intelejen ancaman siber Talos milik Cisco melaporkan bahwa 500 ribu router di setidaknya 54 negara telah terinfeksi malware ini, dikenal masyarakat sebagai VPNFilter. Talos menyebut mawalre itu sebagai ancaman yang sangat serius.

Malware ini dilaporkan Talos memiliki kemampuan merusak yang dapat menyebabkan perangkat yang terinfeksi tidak dapat digunakan, dan dipicu pada mesin korban individual atau secara massal. Selain itu, malware ini juga berpotensi memutuskan koneksi internet dari ratusan ribu korbannya di seluruh dunia.

FBI menyebut bahwa proses reboot server akan secara sementara menonaktifkan malware yang tertanam di perangkat. Badan penegak hukum tersebut juga merekomendasikan pengguna untuk menginstal firmware baru dan memilih password keamanan baru.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.