Apple dilaporkan mempertimbangkan untuk memindahkan 30 persen produksi AirPods ke Vietnam.
Apple dilaporkan mempertimbangkan untuk memindahkan 30 persen produksi AirPods ke Vietnam.

Apple Pindahkan 30% Produksi AirPods ke Vietnam

Teknologi teknologi apple
Lufthi Anggraeni • 11 Mei 2020 15:45
Jakarta: Pada bulan Juli lalu, produksi percobaan Apple AirPods telah dimulai di Vietnam. Kala itu, perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok merupakan berita terbesar di seluruh dunia, dan Apple berupaya memindahkan 15 hingga 30 persen produksinya ke luar Tiongkok.
 
Phone Arena mengindikasikan bahwa AirPods menjadi salah satu subyek dari tarif pajak yang dibebankan Amerika Serikat (AS) pada produk yang diproduksi di Tiongkok dan diekspor ke negara tersebut.
 
Sebagai pengingat, tarif ini tidak berarti Tiongkok membayarkan jutaan dolar kepada AS seperti yang dikicaukan pengguna Twitter. Tiongkok belum membayarkan satu peser pun kepada AS akibat dari penerapan tarif pajak ini. Tarif merupakan pajak impor yang dibebankan kepada perusahaan asal AS dan konsumen dari produk yang diboyong dari Tiongkok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perusahaan asal AS seperti Apple dapat membayar pajak dan membebankannya pada pendapatan dan keuntungan namun berpotensi mengurangi pendapatan tersebut, atau membayar pajak dan membebankannya kepada konsumen dalam bentuk harga jual lebih tinggi.
 
Karena kedua negara telah menandatangani kesepakatan dagang pada bulan Januari lalu, perusahaan asal AS yang memproduksi produk di Tiongkok akan dapat mengabaikan tarif pajak ini. Namun karena Presiden AS Donald Trump berubah pikiran 10 derajat, kesepakatan ini diperkirakan berpotensi untuk dibatalkan.
 
Kini, Nikkei Asian Review melaporkan bahwa selama kuartal ini, Apple akan memproduksi jutaan AirPods di Vietnam. Mereka juga melaporkan bahwa tiga hingga empat juta unit atau sekitar 30 persen dari produksi AirPods klasik secara keseluruhan akan diproduksi di Vietnam.
 
Untuk saat ini, Apple belum memindahkan lokasi perakitan AirPods premium karyanya ke Vietnam. Sebagai informasi, produk yang diperkenalkan pada bulan Oktober lalu ini, berbekal teknologi Noise Cancellation untuk mencegah pengguna terganggu oleh suara di sekitar.
 
Selain itu, AirPods premium ini juga berbekal mode transparansi, memungkinkan pengguna untuk mendengarkan suara di sekitarnya. Perusahaan teknologi AS dilaporkan berhenti mengkhawatirkan tarif sejak virus korona mulai menyebar di berbagai negara.
 
Kini, Presiden Trump menekan untuk kembali membuka ekonomi, sehingga sejumlah perusahaan AS diperkirakan akan kembali mempertimbangkan untuk memindahkan rantai pasokan mereka ke luar Tiongkok.
 
Sejumlah pihak meyakini bahwa Apple akan memindahkan sebagian besar produksinya ke Vietnam, mengikuti jejak Samsung yang telah memproduksi sekitar separuh dari ponsel cerdas karyanya di Vietnam.
 
Apple akan memastikan perusahaannya memiliki akses ke rantai pasokan yang mampu menyediakan komponen dalam kualitas dan kuantitas yang dibutuhkannya. India menjadi negara potensial lain yang menjadi lokasi produksi baru Apple, mengingat Apple sejumlah model iPhone di negara ini.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif